Banyak isu di sektor teh Indonesia, terutama menyangkut perkebunan teh rakyat. Sejak kejayaannya pada tahun 80an, petani teh Indonesia mengalami pasang surut yang menyebabkan berbagai dampak, diantaranya ketika harga pucuk basah tak kunjung mengalami peningkatan menyebabkan terjadinya konversi lahan teh secara massif. Baik itu perkebunan teh milik rakyat maupun milik negara. Sejurus dengan itu, banyak perkebunan teh (terutama milik rakyat) yang kini tidak terkelola dengan baik, kondisi kebun apa adanya dan kurang terawat. Hal ini banyak disampaikan bahwa biaya perawatan kebun tidak sebanding dengan pendapatan harga panen teh.
Apabila kondisi kebun teh rakyat dibiarkan demikian terus menerus dan tidak ada terobosan, mungkin akan berdampak pada 10 atau 20 tahun yang akan datang, perkebunan teh rakyat akan semakin berkurang dan Indonesia tidak memiliki potensi sebagai negara penghasil teh dunia. Sementara disatu sisi, perkebunan teh memberikan lapangan kerja bagi masyarakat, baik sebagai pekerja kebun, buruh petik, pengumpul pucuk, karyawan pabrik, perusahaan eksportir dan lain sebagainya. Indikator ini sebaiknya yang perlu kita cermati untuk membaca arah dari industri teh nasional, mengingat perkebunan teh rakyat menjadi pemasok terbesar bahan baku dalam industri teh nasional.
Paguyuban Tani Lestari sebagai motor penggerak dan organisasi petani teh menggagas untuk melakukan sistem manajemen kebun bersama, yaitu pola pengelolaan kebun teh rakyat terpadu. Dimana pemilik kebun memberikan kuasa kepada kelompok atau koperasi petani yang ada di wilayah masing masing untuk melakukan pengelolaan dan perawatan kebun secara intensif dibawah kontrol Paguyuban Tani Lestari. Dalam hal ini, nantinya akan dilakukan sistem bagi hasil penjualan pucuk antara pemilik kebun dan pengelola. Output yang disasar dalam pelaksanaan manajemen kebun bersama adalah membangun karakter kebun teh rakyat sesuai dengan standar Good Agriculture Practices (GAP), penyelamatan sector teh rakyat, optimalisasi nilai ekonomi berbasis kebun teh serta usaha preventif penanggulangan longsor dan bencana.
Dengan usaha manajemen kebun bersama yang akan dilaksanakan pada tahun ini berharap dapat mengurangi isu yang beredar di perkebunan teh rakyat, memperbaiki sistem pengelolaan teh secara efektif dan efisien serta sedikit demi sedikit berusaha mengembalikan kejayaan perkebunan teh rakyat.
Nanang Christianto
Penulis adalah pengelola Rumah Teh Lestari
(Produsen Merk Teh nDeso dan Teh nDeso Dieng)