Login

Tidak Cuma Dimakan, Coklat Pernah Jadi Alat Pembayaran

Dipublikasikan pada 12 Februari 2019 14:05:18

Chocolate & Cocoa

Merayakan Hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari, bulan Februari selalu diramaikan dengan tradisi memberi coklat kepada orang yang dikasihi. Berbagai produk coklat laris manis di pasaran. Tapi, bagaimana sebenarnya awal mula coklat menjadi bagian dari kehidupan kita saat ini?

Coklat Indian

Kakao ternyata awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Penduduk asli Meksiko, yaitu Suku Maya, diketahui sebagai komunitas yang pertama kali mengolah biji kakao menjadi minuman cokelat. Pada sejarah tertulis Suku Maya, minuman coklat biasanya kental dan kadang dikombinasikan dengan cabai, madu, dan air. Meskipun minuman cokelat disajikan juga dalam upacara-upacara dan transaksi-transaksi penting, namun bagi Suku Maya, coklat tidak melambangkan kemakmuran dan kekuasaan dan boleh diminum siapa saja

Dari Meksiko, kakao mencapai Eropa. Ada beberapa versi soal kedatangan kakao di Eropa, tapi disepakati bahwa kakao pertama masuk ke Eropa melalui Spanyol pada abad 16. Satu versi mengatakan bahwa Chistopher Columbus yang membawa kakao ke Spanyol setelah mencegat sebuah pengiriman ke Amerika Serikat. Versi lainnya mengatakan bahwa seorang penjelajah berkebangsaan Spanyol bernama Herman Cortez yang membawa biji kakao ke Spanyol, setelah suku Aztec mengenalkannya pada minuman coklat.

Berbeda dengan Suku Maya, Suku Aztec beranggapan bahwa kakao berasal dari dewa-dewa dan dianggap lebih berharga daripada emas. Kakao bahkan digunakan sebagai alat pembayaran pada masa itu.

Tambahan Gula dan Rempah Khas Orang Eropa

Coklat memiliki rasa unik yang mampu menggaet banyak orang menjadi penikmat fanatiknya, tidak terkecuali bangsa Spanyol saat itu. Tidak hanya Spanyol, beberapa negara Eropa yang juga mengunjungi Amerika Tengah, akhirnya juga mengenal kakao dan membawanya ke negara masing-masing.

Racikan minuman coklat khas suku Aztec ternyata kurang sesuai dengan selera masyarakat Eropa. Mereka mulai bereksperimen dan menambahkan bahan-bahan lain, seperti gula, kayu manis, dan perasa lainnya ke dalam minuman coklat.

Bubuk dan Lemak Kakao

Waktu pertama kali populer di Eropa, coklat menjadi semacam barang mewah yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, karena merupakan barang import yang membutuhkan kerja keras untuk menjadikannya secangkir minuman hangat. Namun pada pertengahan abad 19, proses pengolahan coklat mulai berkembang. Seorang ahli kimia berkebangsaan Belanda bernama Coenraad Johannes van Houten, mengembangkan sebuah proses untuk membuat kakao bubuk sehingga lebih mudah diseduh dengan air. Van Houten juga menemukan cara untuk memisahkan lemak kakao. Bubuk dan lemak kakao saat ini menjadi dasar untuk pembuatan beragam produk coklat saat ini. Proses yang ditemukan oleh van Houten membantu coklat lebih terjangkau untuk banyak orang.

Beragam Produk Coklat Bermunculan di Abad 19

Juga pada pertengahan abad 19, seorang chocolatier (ahli coklat) berkebangsaan Inggris berhasil membentuk pasta coklat menjadi coklat batangan. Varian yang paling dikenal adalah coklat batang dengan campuran susu. Produk coklat yang dihasilkan hingga saat itu masih keras dan susah dikunyah. Kita perlu berterima kasih pada seorang chocolatier dari Swiss berhasil memperlunak coklat batangan, sehingga rasanya lebih lembut dan meleleh di mulut.

Dengan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang, produk coklat juga semakin beragam dan diproduksi dalam jumlah besar.