Login

Inovasi Ekstrak Green Tea: Dari Minuman Hingga Perawatan Tubuh dan Kulit

Dipublikasikan pada 20 Oktober 2025 11:08:02

Tea Culture

Komoditi teh umumnya digunakan sebagai bahan baku minuman, baik itu minuman tradisional maupun kekinian. Faktanya, Indonesia memiliki pasar minuman teh terbesar di Asia Tenggara, dengan estimasi nilai mencapai US$2,28 Miliar pada tahun 2023 (sumber:Katadata).Namun sepertinya, tradisi tersebut mulai luntur akibat dari inovasi dan riset pengembangan produk turunan teh menjadi produk akhir lainnya selain minuman dengan nilai tambah yang tinggi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pemanfaatan ekstrak teh sebagai bahan dasar produk perawatan kulit.

Saat ini, produk perawatan kulit dan wajah semakin popular diberbagai kalangan, karena kebutuhan ini untuk menjaga penampilan seseorang. Melalui pengolahan lanjutan, daun teh yang sebelumnya hanya digunakan sebagai minuman, kini dapat diolah menjadi berbagai produk kecantikan, seperti masker wajah, toner, pelembap, hingga sabun herbal. Proses inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi teh sebagai komoditas, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri kosmetik lokal untuk bersaing di pasar global dengan produk alami dan ramah lingkungan.

Kandungan antioksidan tinggi, seperti katekin, polifenol, dan vitamin C dalam teh—khususnya teh hijau—terbukti mampu menangkal radikal bebas, memperlambat penuaan dini, serta meredakan peradangan pada kulit. Sifat antibakteri dalam teh juga menjadikannya bahan alami yang efektif untuk membantu mengatasi jerawat, iritasi kulit, sekaligus mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit.

Pengembangan produk hilir berbasis teh juga sejalan dengan tren konsumen modern yang semakin sadar akan pentingnya bahan alami dan keberlanjutan dalam perawatan tubuh. Diversifikasi produk ini memberikan nilai tambah bagi petani teh, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor kreatif dan manufaktur.

Beberapa perusahaan telah memanfaatkan potensi teh hijau secara konkret dalam produknya. Seperti misalnya di Korea Selatan dengan rangkaian Green Tea Seed?nya, seperti Green Tea Seed Serum with Biome Science yang menggunakan “Beauty Green Tea”, lima jenis hyaluronic acid, serta kombinasi prebiotic/probiotic/postbiotic untuk memperkuat mikrobioma kulit serta meningkatkan kelembapan secara mendalam.

Di Indonesia, brand lokal tengah mengikuti trend perawatan kulit dan wajah dengan basis Green Tea, yang menggabungkan green tea extract dengan bahan aktif modern seperti Hyacross, bertujuan untuk menjaga skin barrier, mengontrol minyak, dan menjaga elastisitas kulit.

Dengan dukungan riset dan inovasi, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang tepat, teh bukan lagi sekadar minuman, melainkan telah menjelma menjadi komoditas strategis dalam industri skincare serta perawatan kulit masa kini.