Beberapa waktu belakangan ini di perkotaan, terlihat tren teh tubruk racikan yang merupakan hasil kombinasi atau campuran beberapa merk teh tubruk lokal yang diseduh bersama untuk menciptakan cita rasa yang lebih kompleks, kental dan berkarakter. Umumnya para peracik teh mencampurkan dua hingga tiga merk teh tubruk dengan karakteristik berbeda mulai dari aroma yang kuat, rasa pahit, hingga sepat khas teh sehingga dapat menghasilkan minuman teh dengan kolaborasi rasa, pekat, beraroma tajam serta memberikan pengalaman minum teh yang lebih otentik dengan melibatkan unsur tradisional modern.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Bandung, beberapa kedai minuman, café dan warung teh urban yang dikelola anak muda tengah marak membuat minuman kekinian berbahan dasar teh, menggunakan teh tubruk racikan sendiri sebagai menu minuman alternatif. Cara penyajian dengan gaya lebih kekinian tanpa meninggalkan cita rasa asli teh. Kondisi ini seakan-akan menunjukkan bahwa teh tidak kehilangan pamornya di tengah perubahan jaman. Generasi muda di wilayah perkotaan menyadari bahwa komoditi kopi masih menjadi idola saat ini, namun di tangan mereka teh lokal kembali bangkit dengan berbekal kecintaan terhadap budaya lokal. Teh tubruk racikan menjadi simbol baru dalam tren minuman, dengan menyatukan tradisi dan inovasi dalam satu cangkir.
Dulu, teh tubruk identik dengan warung-warung tradisional, namun kini hadir dalam versi teh racikan di perkotaan yang diseduh dengan takaran tertentu serta menampilkan gaya kekinian yang dipadukan dengan bunga, buah minuman soda maupun rempah. Munculnya istilah house blend tea atau teh tubruk signature diadopsi dari komoditi kopi yang lebih dulu dikenal dengan istilah kopi house blend. Teh tubruk racikan - House blend tea - diseduh secara manual, disajikan dalam cangkir keramik atau kaca lengkap dengan penjelasan karakter rasa tiap racikan.
Ketertarikan anak muda terhadap teh racikan ini bukan tanpa alasan. Di tengah dominasi kopi dan minuman boba yang manis, teh tubruk racikan menawarkan sesuatu yang berbeda: rasa otentik, nuansa tradisi, dan pengalaman meracik yang bisa dieksplorasi. Selain itu, teh racikan memberi ruang bagi kreativitas. Banyak anak muda mulai meracik sendiri di rumah membeli berbagai merek teh tubruk, bereksperimen dengan takaran dan metode penyeduhan. Beberapa bahkan mulai menjual racikan mereka secara online.
Teh racikan bukan lagi sekadar minuman penghilang dahaga, tapi juga simbol kebanggaan akan produk lokal dan keinginan untuk terhubung dengan akar budaya. Dalam setiap cangkirnya, ada cerita tentang kebun, petani, dan tradisi yang dihidupkan kembali oleh tangan-tangan muda.