Teh ungu
Teh ungu dihasilkan oleh hanya segelintir perkebunan teh, terutama di Kenya. China, Jepang, dan India juga memproduksi teh ungu, tapi Kenya adalah produsen utama. Teh ungu pertama kali ditemukan di India dan Yunnan. Di Kenya, teh ini dibudidayakan secara komersial.
Teh ini berasal dari spesies tanaman yang sama dengan teh hijau dan teh hitam, yaitu Camellia sinensis. Bedanya, tanaman teh ungu mengalami mutasi gen yang menyebabkan produksi antosianinnya sangat tinggi. Antosianin adalah pigmen biru yang juga ditemukan pada blueberry, xx.
Karena kandungan antosianinnya tinggi, daun segarnya berwarna ungu. Mutasi ini hanya mungkin terjadi di wilayah pegunungan dengan ketinggian 1400 hingga 2200 meter.
Selain sebagai pigmen, sejumlah riset menemukan bahwa antosianin menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Oleh karenanya teh ungu dianggap lebih sehat daripada teh hijau.
Teh ungu merujuk pada daun segarnya yang berwarna ungu, namun prosesnya sendiri bermacam-macam, sehingga teh ungu satu dengan lainnya memiliki rasa yang berbeda. Jadi kamu mungkin saja menemukan teh ungu oolong, teh ungu hitam, atau teh ungu hijau.
Pu-erh
Berdasarkan proses pengolahannya, teh terbagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah dark tea. Di China yang merupakan asalnya, teh ini justru disebut teh hitam, dan teh hitam yang kita kenal disebut teh merah. Dark tea biasanya dijual dengan harga lebih tinggi dari teh pada umumnya.
Pu-erh berasal dari teh berdaun lebar (Assamica) di Yunnan yang difermentasi atau dituakan (aging). Ada dua macam pu-erh, yaitu Sheng dan Shou. Sheng Pu-erh sengaja difermentasi hingga ratusan tahun. Seperti wine, makin lama difermentasi, citarasanya makin kaya dan kompleks. Namun karena makin populer, makin banyak ditemukan Pu-erh yang baru berusia puluhan bahkan belasan tahun saja. Sementara fermentasi Shou Pu-erh menggunakan bakteri untuk mempercepat prosesnya. Bakteri yang biasanya digunakan untuk fermentasi teh adalah Aspergillus sp.
Teh kuning
Teh kuning, seperti oolong, bisa dikategorikan sebagai teh antara atau peralihan. Namun berbeda dari oolong yang berada di antara teh hijau dan teh hitam, teh kuning merupakan produk antara teh hijau dan darktea. Perbedaannya terletak pada jenis fermentasi yang terjadi. Fermentasi pada oolong dan teh hitam merupakan proses alami yang melibatkan enzim yang ada pada daun teh, sedangkan pada teh kuning dan dark tea fermentasi dilakukan oleh mikroorganisme. Proses pengolahan teh kuning cukup memakan waktu, namun menghasilkan citarasa yang lebih lembut dan manis dibandingkan teh hijau.
Hojicha
Hojicha adalah salah satu proses pengolahan teh ala Jepang. Teh hijau disangrai di dalam wadah keramik yang diletakkan di atas arang panas. Pemanggangan pada suhu 150 °C (302 °F) mencegah terjadinya oksidasi/fermentasi, sehingga menghasilkan warna kuning keemasan. Seduhan hojicha memiliki sedikit rasa kacang panggang dan cenderung manis.
Penyangraian teh sebenarnya tidak hanya ada di Jepang. Indonesia juga memiliki teh-teh yang disangrai, terutama yang diproduksi secara tradisional oleh petani teh Dieng. Penyangraian teh di Indonesia menggunakan kompor gerabah dengan bahan bakar kayu, sehingga memberikan citarasa unik. (ssi)