Login

Belajar dari Krakakoa, Coklat Asli Indonesia yang Mendunia

Dipublikasikan pada 25 Februari 2021 12:00:23

Chocolate & Cocoa

Di bulan Februari ini, tidak lengkap rasanya kalau tidak bicara soal cokelat.

Kakao, yang adalah bahan baku cokelat, merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Data Cacao Barometer 2020 masih menunjukkan Indonesia sebagai produsen terbesar biji kakao di kawasan Asia. Meskipun sayangnya, produsen kakao di Indonesia  masih banyak yang lebih fokus pada produksi dan ekspor bahan mentah/ biji kakao, daripada pada produk olahan kakao.

Nah, di Lampung, ternyata ada satu industri coklat olahan yang diam-diam menorehkan prestasi di tingkat global, yaitu Krakakoa. Sejak berdiri tahun 2013, industri ini telah berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi dari Academy of Chocolate untuk sejumlah kategori, selama 2 tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2017 dan 2018.

Dua hal yang bisa dipelajari dari Krakakoa dalam mengembangkan usaha adalah konsistensinya untuk menghasilkan produk berkualitas dan strategi yang diambil dalam pemasaran.

Dalam sebuah wawancara, Simon Wright, co-founder Krakakoa ketika diminta berbicara tentang nilai yang membedakan produknya dari produk sejenis, mengatakan bahwa Krakakoa selalu mencoba meningkatkan cita rasa dan tekstur cokelat serta selalu mengevaluasi dengan teliti setiap biji cokelat yang diterima.

Potensi serapan kakao ke industri coklat dalam negeri masih sangat besar. Kementerian Industrian mencatat kapasitas pengolahan kakao dalam negeri mencapai 800 ribu ton pada tahun 2019, sementara produksi biji kakao baru sekitar 200 ribu ton. Sayangnya, aroma dan rasa yang dihasilkan kurang baik, karena biji kakao sering tidak melalui proses fermentasi yang benar.

Oleh karena itu, untuk menjaga pasokan biji kakao berkualitas, petani kakao menerima pelatihan budidaya dan pengolahan paska panen hingga 16 minggu, serta bantuan alat-alat pengolahan. Setelahnya, Krakakoa akan membeli biji kakao dari petani dengan harga lebih tinggi.

Selain kualitas, pemasaran adalah faktor penting lainnya untuk kelangsungan usaha. Sabrina Mustopo, founder sekaligus CEO Krakakoa, dalam sebuah wawancara pernah mengatakan, penting untuk membuat produknya tampil berbeda dibandingkan produk-produk lainnya.

Krakakoa mengangkat kekayaan Indonesia, seperti batik atau gambar hewan-hewan khas Indonesia yang dilindungi dalam kemasan coklatnya. Selain itu, coklat batang Krakakoa memiliki motif yang unik. Bukan kotak-kotak seperti coklat batangan pada umumnya, tapi seperti ukiran dengan motif bunga kakao atau batik. Selain itu, Krakakoa juga berkolaborasi dengan pihak-pihak lain untuk mengeksplorasi cara-cara lain menikmati coklat Krakakoa, misalnya dengan restoran, hotel, chef, dan sebagainya.

Selain di dalam negeri, produk Krakakoa sudah bisa ditemukan di Singapura dan sejumlah negara Eropa.