Login

Cara Menyimpan Kopi Sesuai Jenis Olahannya

16 Juli 2020 14:42:19 | Coffee Culture

Kekhasan kopi terletak pada aroma dan rasanya. Sayangnya aroma dan rasa ini mudah berubah jika kopi tidak disimpan dengan benar.

Kopi sangat sensitif terhadap udara, kelembaban, panas, cahaya, dan bau menyengat. Produk pangan kering seperti kopi, terutama yang berbentuk bubuk, sangat mudah menyerap kelembaban dari udara, sehingga mudah menggumpal dan mudah berjamur. Selain itu, kopi mengandung minyak, sehingga bisa tengik jika terkena udara dan panas. Minyak dari kopi paling mudah diamati pada biji kopi yang telah disangrai. Makin lama penyangraian, minyak pada biji kopi makin terlihat.

Setiap tahap pengolahan menghasilkan kopi dengan sifat yang berbeda, sehingga cara penyimpanannya pun berbeda.

Biji kopi mentah (Green bean)

Green bean adalah biji kopi yang telah hilang kulit arinya dan telah dikeringkan. Masa simpan green bean paling lama dibandingkan produk kopi pada tahap pengolahan lainnya. Green bean bisa bertahan hingga lebih dari 1 tahun. Dengan penyimpanan yang baik, green bean  bahkan bisa tahan hingga 3 tahun.



Proses pengeringan green bean biasanya hanya dijemur di bawah sinar matahari, sehingga hanya menghambat tumbuhnya jamur dan bakteri. Saat green bean disimpan dalam tempat yang terlalu lembab dan hangat, jamur jadi mudah berkembang. Kopi yang mulai berjamur bisa diketahui dari munculnya bau apek dan bintik-bintik pada biji kopi. Jika dibiarkan, akan muncul serabut-serabut halus seperti jamur pada tempe. Jamur pada kopi menghasilkan racun, sehingga tidak boleh dikonsumsi.

Supaya bisa disimpan lama, sebaiknya simpan green bean  dalam wadah yang gelap, kering, dan tidak lembab. Wadah kedap udara seperti plastik bisa digunakan, tapi harus rutin menjemur green bean. Karung goni bersih bisa digunakan, tapi harus diletakkan di ruangan yang tidak lembab. Karung goni tidak boleh bekas makanan lainnya, karena kopi akan menyerap baunya. Selain itu, pastikan wadah penyimpanan tidak menyentuh lantai atau dinding.

Biji kopi sangrai (Roasted coffee bean)

Suhu penyangraian biasanya lebih dari 230oC. Suhu tinggi bertujuan untuk menghasilkan aroma dan warna  yang sempurna pada proses penyangraian. Bersamaan dengan itu, suhu setinggi itu bisa membunuh mikroorganisme pada biji kopi, sehingga masalah utama pada penyimpanan biji kopi sangrai bukan lagi jamur.



Penurunan kualitas biji kopi sangrai selama penyimpanan dilihat dari kerenyahan biji kopi dan aromanya. Hindari menyimpan biji kopi sangrai yang masih panas. Sebaiknya biarkan biji kopi sangrai hingga mencapai suhu ruang sebelum disimpan dalam wadah kedap udara. Hindari menggunakan wadah berbahan plastik, karena kopi mudah menyerap bau yang menempel pada plastik.

Aroma dan rasa biji kopi sangrai dapat bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dengan baik.

Kopi bubuk

Penyimpanan kopi bubuk tidak jauh berbeda dengan biji kopi sangrai. Hanya saja, karena sudah berbentuk bubuk, aromanya jadi lebih cepat hilang. Kualitas terbaik dari kopi bubuk adalah beberapa saat setelah penggilingan. Kontak berkali-kali dengan udara akan mempercepat hilangnya aroma. Oleh karena itu, simpan kopi bubuk dalam kemasan atau wadah-wadah kecil.



Kopi bubuk komersial biasanya bisa bertahan hingga 1 tahun sebelum kemasan dibuka. Tapi setelah dibuka, aroma terbaik kopi hanya bertahan sekitar 1 bulan. (ssi)