Login

Nikmatnya Teh Hijau Tradisional Dengan Segudang Manfaat

23 Juni 2020 11:23:57 | Tea Culture

Teh Hijau atau biasa disebut Green Tea dalam Bahasa Inggris atau Ocha (お茶) dalam Bahasa Jepang adalah salah satu minuman yang sudah dikenal sejak zaman dahulu dan sudah terbukti akan khasiatnya bagi kesehatan.

Sejak teh masuk ke Indonesia pada tahun 1684, pada zaman penjajahan Belanda dahulu, dibawalah teh hijau ke Indonesia. Rakyat Indonesia mulai dikerahkan untuk menanam teh hijau dan kemudian hasil panennya diekspor ke Belanda. Saat itulah produksi dan konsumsi teh hijau semakin berkembang di Indonesia.

Seiring perkembangan zaman, teh hijau yang diolah dengan cara tradisional mulai dikomersilkan secara luas. Dan mulai banyak peminat yang tertarik dengan citarasa unik yang dihasilkan. Dibeberapa daerah di Indonesia teh hijau tradisional dikenal dengan berbagai nama yang berbeda, misalya di Jawa barat dikenal dengan nama Teh Gelang atau Teh Kejek, dan Jawatengah dikenal dengan nama Teh Goreng Sangan atau Teh Goreng.

Lantas apa yang membedakan, teh hijau tradisional dengan jenis teh yang ada dipasaran, misalnya teh hijau pabrikan, teh hitam, ataupun teh merah? Yang paling membedakan adalah proses pengolahannya. Teh hijau tradisional, tidak mengalami proses fermentasi yang menjadikan air seduhan teh berwarna merah ataupun hitam, namun berwarna hijau kekuningan. Selain itu pengolahan yang masih menggunakan kuali tanah/kuali tembaga dan tungku api yang suhu pemanasannya tinggi, menghasilkan wangi teh yang sangat khas (sedikit smookey) yang tidak dapat diperoleh dari pengolahan pabrikan, sekalipun teh hijau yang diolah.

Cara tepat untuk menikmati teh hijau tradisional adalah dengan cara mengkonsumsinya setiap hari tanpa menggunakan gula. Cukup seduh dengan air panas (tidak mendidih) kurang lebih suhu 80 oC, pada suhu tersebut enzim dan senyawa kimia dalam teh hijau dapat terlarut dengan baik dan tidak rusak. Dalam secangkir seduhan teh hijau, terdapat kandungan senyawa EGCg (epigallocatechin gallate) yang berperan dalam membantu memperkuat system kekebalan tubuh.

Sebuah studi di Cina yang dilakukan selama 7 tahun menyebutkan bahwa  dengan mengkonsumsi teh hijau secara rutin setiap harinya, mampu memperpanjang usia hidup seseorang dibandingkan dengan yang tidak meminum teh. Kandungan Polifenol dan  katekin  yang terdapat dalam teh, terbukti secara klinis mampu melemahkan stress oksidatif, meredakan peradangan, memperbaiki sel tubuh yang rusak, meningkatkan fungsi sel endotel dan kardiomiosit di jantung. Faktor tersebut yang menyebabkan peminum teh hijau rutin memiliki tingkat resiko rendah terserang penyakit jantung dan stroke yang fatal.

Teh juga mengandung kafein seperti yang terdapat dalam kopi. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang terkandung dalam kopi, namun kafein dalam tubuh berfungsi untuk meningkatkan ketajaman mental serta meningkatkan metabolisme tubuh. Batasi asupan kafein dalam tubuh agar tidak lebih dari 400 miligram per hari. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kafein tersebut cukup dengan mengkonsumsi teh hijau sebanyak 1 sampai 3 cangkir sehari. Dalam satu cangkir teh hijau mengandung kurang lebih 40 miligram kafein.

Manfaat lain yang didapatkan dengan mengkonsumsi teh hijau adalah dapat menurunkan risiko terserang penyakit Alzheimer. Senyawa polifenol yang terkandung didalam teh berperan melindungi sel sel dari kerusakan, sehingga sel otak dapat terus terjaga kesehatannya dan kepikunan dapat dihindarkan. Bagi kaum hawa, jenis teh ini banyak dikonsumsi karena dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan kulit. Teh hijau kaya akan antioksidan dan dipercaya mampu menangkal radikal bebas serta menjaga kesehatan tubuh. (ndr)