Kopi selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan, karena berbicara kopi memiliki pembahasan yang luas, baik dari segi rasa, aroma, dan masih banyak lagi. Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ke-empat dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan jumlah total produksi mencapai kurang lebih 600 ribu ton per-tahunnya. Jumlah produksi kopi tersebut tentu terdiri dari berbagai macam jenis kopi, yang diantaranya terdapat kopi-kopi terkenal seperti Kopi Aceh Gayo (Sumatra), Kopi Toraja (Sulawesi), Kopi Papua Wamena (Papua), Kopi Kintamani Bali (Bali), hingga Kopi Bajawa (Flores).
Flores sebagai salah satu penghasil kopi terbaik ternyata juga memiliki beberapa kopi yang tidak kalah istimewa dari Kopi Bajawa yang sudah mendunia itu, yaitu Kopi Yellow Cattura dan Kopi Juria. Saat ini, kopi tersebut sedang digandrungi oleh para pecinta kopi baik dari dalam negeri maupun mancanegara karena keunikan pada citarasanya. Meski sama-sama berasal dari Flores dan juga sama-sama berjenis Arabika, ternyata kedua Kopi ini memiliki ciri khas masing-masing yang menjadi pembeda antar keduannya.
Bentuk dan Warna
Kopi Yellow Cattura memiliki keunikan tersendiri pada segi warna jika dibandingkan dengan Kopi Juria atau kopi pada umumnya, yaitu berwarna kuning saat matang. Sedangkan dari segi bentuk, Kopi Yellow Cattura memiliki ukuran lebih kecil dan keras jika dibandingkan dengan Kopi Juria.
Rasa dan Aroma
Kopi Juria maupun Kopi Yellow Cattura memiliki cita rasa dan aroma yang istimewa. Pada Kopi Juria memiliki 3 rasa dalam sekali seruputnya yakni rasa karamel, coklat, dan tembakau, dengan aroma floral yang manis dan kuat. Sedangkan Kopi Yellow Cattura memiliki rasa seperti lemon sehingga seringkali dikatakan mirip dengan teh lemon. Untuk aromanya, terdapat paduan antara buah-buahan apel dan lemon serta wangi bunga.
Budidaya
Kopi Juria memiliki pemetikan dan pengolahan yang jauh lebih rumit dibandingkan kopi Yellow Cattura atau kopi pada umumnya. Biji kopi Juria yang akan diolah haruslah biji kopi yang benar-benar merah, matang, dan sedikit menghitam. Setelah itu biji kopi diperam selama 36 jam didalam karung. Dalam pengolahannya, biji Kopi Juria juga harus dijauhkan dari tanah dan debu karena sangat mudah menyerap bau. Panen buah kopi juria hanya berlangsung di puncak musim panne untuk memastikan buah kopi pada keadaan matang yang tepat. Uniknya lagi, Kopi Juria hanya dapat dipanen tiap 2-3 tahun dalam satu tahun. Ini yang menyebabkan kopi Juria terbilang langka dan memiliki harga cukup tinggi dipasaran. Kopi Juria sendiri juga disakralkan oleh para petani yang bahkan untuk mengganti varietas tersebut dengan tanaman lain pun mereka tidak berani. (kls)