Login

Agroforestri Kopi, Kompromi Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Dipublikasikan pada 29 Oktober 2018 18:10:24

Coffee Culture

Agroforestri kopi dapat menjadi salah satu upaya konservasi lingkungan karena memberikan manfaat secara ekonomi dan bagi lingkungan. Masyarakat dapat menerima penghasilan tambahan dengan mengolah buah kopi tanpa harus menebang pohonnya, sehingga dapat membantu mempertahankan cadangan karbon dan air tanah dalam lanskap. Selama ini, masyarakat di wilayah pegunungan biasanya memanfaatkan hutan rakyat hanya untuk tanaman kayu dan rumput untuk ternak.

Menurut sebuah organisasi internasional yang bekerja pada komoditas kopi – International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi di dunia cenderung mengalami kenaikan. Pada tahun 2015/2016, penduduk dunia mengkonsumsi sekitar 9 juta ton kopi. Angka ini naik sekitar 1,3% jika dibandingkan dengan konsumsi kopi tahun 2012/2013.

Tren ini menarik para petani kopi untuk mendongkrak produksi kopinya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengubah cara tanamnya. Saat pertama kali diperkenalkan, kopi dibudidayakan di hutan, di bawah naungan tanaman-tanaman lainnya. Namun cara ini perlahan berubah menjadi sistem monocropping,  dimana kopi ditanam dalam sebuah hamparan, tanpa adanya tanaman lain. 

Namun banyak penelitian menyatakan hal yang berbeda. Budidaya kopi dengan sistem monocropping justru memberikan banyak kerugian, di antaranya tanaman kopi menjadi lebih rentan terhadap suhu tinggi dan hama, tanah menjadi lebih cepat kering dan tidak subur. Terlebih di masa sekarang ini, dimana cuaca ekstrem makin sering terjadi. Hal tersebut menyebabkan tanaman kopi menjadi rentan terserang penyakit dan menurunkan produktivitas. Akibatnya, penggunaan pupuk dan pestisida cenderung meningkat, yang berarti ikut memperbesar biaya produksi kopi.

Kembali ke sistem agroforestry adalah cara yang saat ini banyak dilakukan petani kopi untuk memastikan mereka bisa terus memperoleh pendapatan dari kopi. Pohon-pohon yang menaungi kopi membantu mengurangi panas yang mengenai pohon kopi, sehingga iklim untuk pertumbuhan kopi lebih terjaga. Iklim yang stabil memastikan pohon kopi tumbuh dengan baik dan menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Selain itu, dengan pohon-pohon naungan yang juga memiliki nilai ekonomis, petani memiliki setidaknya dua sumber pendapatan tambahan. 

Tidak hanya memberikan kebaikan bagi kopi, sistem agroforestry ikut berperan dalam menjaga tanah dan lingkungan. Pohon naungan membantu mengurangi penguapan air tanah, sehingga tanah tidak mudah kering. Tanah yang cukup lembab tidak akan mudah mengalami erosi, terutama oleh angin. Pohon naungan membantu mempertahankan kesuburan tanah di sekitarnya, karena daun dan ranting yang jatuh, jika dibiarkan akan membusuk secara alami dan menjadi pupuk kompos alami. 

Penerapan sistem agroforestry pada kopi merupakan salah satu contoh bahwa untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik, tidak harus mengabaikan kelestarian lingkungan. Bahkan dengan memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan, lebih banyak kebaikan dapat diterima. 

Tulisan adalah rangkuman dari artikel berjudul Agroforestry Kopi : Ketika Pembangunan Ekonomi “Berdamai” dengan Lingkungan, yang terbit di Sustainable Landscape Newsletter Edisi Juni 2017