Tahukah Anda, di Indonesia memiliki jenis kopi selain robusta dan arabika. Kopi liberika menjadi populer setelah dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke-19. Awalnya kopi ini dikembangkan untuk menggantikan tanaman kopi arabika yang rusak akibat terserang wabah penyakit karat daun.
Kopi liberika memiliki ciri khas cita rasa menyengat tajam dengan rasa pahit yang lebih kental, buah berukuran lebih besar dibanding Robusta, produktivitas lebih tinggi, serta mampu beradaptasi dilahan gambut dengan tanaman penaung pohon pinang menjadikan Liberika jenis kopi unggul dibanding Robusta dan Arabika. Kopi liberika juga mempunyai keunggulan dari aspek harga. Kopi ini dapat berbuah sepanjang tahun dengan panen sebulan sekali dan dapat beradaptasi dengan baik pada agroekosistem gambut serta tidak ada gangguan hama dan penyakit yang serius.
Salah satu jenis kopi liberika di Indonesia adalah kopi libtokom. Mengutip dalam satu artikel mongabay, pada tanggal 6 Desember 2013, Menteri Pertanian Suswono mengeluarkan surat keputusan menetapkan varietas kopi di Tanjung Jabung Barat, dengan nama liberika Tungkal komposit (libtukom). Kopi libtukom punya rasa cukup menarik untuk diperhitungkan di perdagangan pasar maupun di lidah pecinta kopi. Dalam sertifikat indikasi geografis dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM 23 Juli 2015, tertulis hasil uji citarasa oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia, menyimpulkan, liberika Tungkal dengan proses olah basah kopi peram (OBKP) memiliki citarasa herbal, elastis, cederung asam dan terlalu asam.
Sekitar 2011-2012, biji kopi original pernah tembus Rp38.300 perkg, turun jadi Rp32.000 pekg. Sekarang, dari tangan petani, biji liberika original kisaran Rp34.000-Rp35.000 perkg. Untuk kopi kualitas bagus bisa sampai Rp65.000 perkg, kopi sangrai Rp150.000 dan kopi bubuk Rp160.000 perkg.
Kopi liberika mempunyai kelebihan yaitu dapat tumbuh dengan baik dilahan gambut/ daratan rendah dimana robusta dan arabika tidak dapat tumbuh. Kopi ini mempunyai ukuran daun, percabangan dan tinggi pohon lebih besar dari kopi arabika dan robusta. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tempat yang tersinari penuh maupun dibawah naungan pohon lain. Kopi liberika juga mempunyai toleransi tinggi pada tanah yang kurang subur. Kopi liberika dapat tumbuh diatas tanah lempung sampai tanah berpasir dan tahan pada kekeringan ataupun cuaca basah.
Mengutip data dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tungkal dari salah satu artikel yang dilansir Antara Foto, luas perkebunana yang ada di Jambi sekitar 2.710 hektar perkebunan kopi liberika di enam kecamatan gambut yakni, Betara, Bram Itam, Pengabuan, Senyerang, Tungkal Ilir, dan Kuala Betara. Karena total produksinya kecil, dalam statistik, hasil kopi liberika disatukan dengan kopi arabika.(tnt)