Lobster merupakan hewan yang masuk dalam kelompok Crustacea/udang-udangan yang memiliki kulit yang keras. Seperti yang kita ketahui, Lobster memiliki nilai ekonomis yang tinggi hal ini dikarenakan budidaya lobster yang masih terbatas dan tidak mudah dilakukan. Mayoritas orang mengira bahwa lobster hanya hidup di laut. Kenyataan ada juga lobster yang di air payau dan juga air tawar yang airnya mengalir.
Seperti yang kita diketahui, Indonesia merupakan sumber benih lobster terbesar di dunia saat ini. Saat ini, sudah semakin banyak upaya yang dilakukan untuk membudidayakan lobster seperti budidaya lobster di air tawar.
Pembudidayaan lobster air tawar dapat dikatakan tidak memerlukan lahan yang besar untuk melakukannya. Adapun salah satu contoh spesies unggulan yang dibudidayakan di Indonesia yaitu, Lobster capit merah atau red claw memiliki nama latin yaitu Cherax quadricarinatus.
Lobster ini memiliki ciri-ciri tubuhnya berwarna biru tua kehijauan dan pada kedua capitnya terdapat garis berwarna merah. Lobster jenis ini dijadikan sebagai hewan yang dapat konsumsi karena pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis lobster lainnya.
Seperti yang kita ketahui, budidaya air tawar merupakan budidaya dibidang perikanan yang dilakukan di darat dengan menggunakan sumber air berupa air tawar. Air tawar memiliki salinitas dibawah 0,5 pt.
Budidaya air tawar juga bisa dengan mudah dilakukan oleh perorangan dengan memanfaatkan alat alat sederhana sebagai wadah budidayanya.
Berikut serangkaian tahap budidaya lobster air tawar yang dapat dilakukan:
1. Tahap Pembibitan
Tahap pembibitan dilakukan dengan tujuan mendapatkan kualitas lobster yang baik. Adapun hal yang dilakukan ialah membedakan lobster jantan dan betina selanjutnya, memilih indukan yang berkualitas yang dimana usia minimal yang digunakan sebagai indukan adalah 6 bulan serta memiliki tampilan yang menarik. Semakin besar ukuran indukan menandakan kualitas bibit yang lebih unggul.
2. Tahap Media Hidup
Media hidup lobster dapat memanfaatkan wadah akuarium, kolam beton atau Kolam terpal dan disediakan shalter untuk tempat lobster airtawar bersembunyi. Kandungan oksigen terlarut dalam air harus tercukupi, dapat menggunakan aerator ataupun sejenisnya.
3. Tahap Perkembangbiakan
Dalam proses perkembangbiakan, hal terpenting yang harus diperhatikan ialah perbandingan jumlah jantan dan betinanya. Karena, proses perkawinan pada lobster air tawar yang selektif, Induk betina akan memilih sendiri pejantannya. Adapun estimasi waktu perkembangbiakannya adalah 2 minggu.
4. Tahap Pembesaran
Tahapan pembesaran dapat dilakukan memakai media kolam terbuka atau akuarium besar. Hal yang perlu diperhatikan ialah suhu, kadar oksigen, nutrisi, serta kotoran yang ada di air agar selalu bersih.
5. Tahap Pemanenan
Panen lobster air tawar dapat dilakukan setelah 6-8 bulan. Harga lobster akan semakin meningkat sesuai berat lobster tersebut.
Nah, itulah sekilas informasi tentang budidaya lobster air tawar, semoga tulisan ini membantu menamba wawasan teman-teman tentang budidaya lobster air tawar.