Login

Menanam Buah Ungu Kaya Manfaat

Dipublikasikan pada 27 Maret 2019 11:26:40

How To

Terong/terung (Solanum melongena L.) adalah salah satu sayuran yang mudah didapat karena sudah mulai banyak dibudidayakan. Terong berwarna kuning saat terlampau tua, meskipun saat muda berwarna ungu. Ada juga jenis terong lainnya yang berwarna hijau. Beberapa jenis terong yang sering diperjualbelikan, yaitu terung kopek, terung caigi, terung bogor, dan terung gelatik.

Terong adalah makanan kaya serat dan antioksidan. Warna ungu tuanya adalah tanda bahwa buah terong mengandung banyak antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Menurut penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, antioksidan yang termasuk golongan antosianin ini juga mampu menekan risiko penyakit jantung. Terong juga merupakan sumber zat besi dan kalsium yang baik, sehingga bisa menjadi alternatif untuk konsumsi susu dan daging.

Terong mudah ditanam, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Oleh karena itu, terong banyak ditanam di pekarangan. Lalu apa saja yang harus diperhatikan untuk menanam terong? Simak beberapa informasi berikut ini.

Lahan harus subur

Lahan untuk menanam terong tentunya harus subur dan pastikan air tanahnya tidak menggenang. Terong menyukai tanah yang sedikit asam, yaitu pada pH sekitar 5 atau 6. Terong paling baik jika ditanam pada musim kemarau. Meskipun demikian, terong juga bisa ditanam pada musim hujan.

Gunakan biji terong

Meskipun demikian, biji terong tidak dapat langsung ditanam di lubang tanam. Tabur biji di persemaian terlebih dahulu hingga bibit cukup kuat untuk dipindah ke lubang tanam. Proses ini akan memakan waktu kira-kira 1,5 bulan, yaitu ketika bibit memiliki 4 helai daun sejati.

Untuk lahan seluas 1 hektar, biji terong yang dibutuhkan kira-kira 500 gram.

Siapkan lubang tanam

Cangkul lahan yang akan menjadi kebun terong sedalam 40 cm, lalu buat bedengan selebar kira-kira 1,4 meter. Di atas setiap bedengan, buat dua baris dengan jarak antar keduanya 80 cm. Pada masing-masing baris, buat lubang tanam yang berjarak 50 cm dengan lubang tanam berikutnya. Kemudian di antara baris, buat parit selebar kurang lebih 20 cm.

Beri pupuk kandang yang telah matang kira-kira 500 gram ke dalam setiap lubang tanam. Tanam masing-masing satu batang bibit ke dalam masing-masing lubang tanam.

Beri pupuk

Tanaman terong membutuhkan dua kali pemupukan lanjutan, yaitu saat berumur 2 minggu dan 1,5 bulan di lubang tanam. Pupuk yang diberikan berupa campuran Urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1:2:1, sebanyak 12 gram untuk setiap tanaman. Berikan pupuk mengelilingi tanaman dengan jarak sekitar 5 cm dari batang tanaman.

Cegah hama dan penyakit dengan pemeliharaan yang baik

Tanaman terong cenderung tahan terhadap penyakit layu dan hujan. Singkirkan gulma secara teratur dan beri air jika tanah terlalu kering, supaya tanaman tetap prima. Jika terkena serangan hama dan penyakit, gunakan bahan kimia dengan bijak.

Hama yang paling sering menyerang tanaman terong ialah kutu daun. Hama ini bisa dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif Permetrin atau Profenofos. Sedangkan penyakit berbahaya yang menyerang terong biasanya disebakan oleh jamur, di antaranya penyakit busuk buah dan gugur daun. Penyakit ini harus segera diberantas menggunakan fungsisida sejak ditemukan. Oleh karena itu, pengamatan yang rutin perlu dilakukan supaya penyakit tidak terlanjur meluas.

Nikmati hasilnya

Biasanya buah terong bisa mulai dipanen pada umur empat bulan. Jangan terlambat memanen, jika tidak mau buahnya liat. Buah terong yang telah dipanen bisa segera dimasak jadi sayur lodeh, tumis, asinan, atau cukup digoreng.  Lebih enak lagi kalau tetangga datang membawa sambalnya.