Login

Memperingati Hari Perempuan Sedunia: Perempuan dalam Ketahanan Pangan dan Gizi

Dipublikasikan pada 08 Maret 2019 00:00:00

Food & Health

Sistem pangan dunia sangat bergantung pada agribisnis yang begitu besar dan luas di dunia. Namun penyediaan pangan sendiri tidak mungkin terlepas dari pedesaan, dimana pertanian umumnya menjadi perekonomian utama. Keberhasilan pertanian di pedesaan penting untuk mendukung ketahanan pangan dunia.

Di sisi lain, perempuan merupakan tulang punggung bagi perekonomian desa, terutama di negara-negara berkembang. Hampir separuh petani di dunia adalah perempuan. Peran penting perempuan kuat seiring dengan meningkatnya urbanisasi. Para laki-laki mulai banyak mencari pekerjaan di kota-kota besar. Akibatnya, jumlah perempuan desa yang menjadi kepala keluarga diperkirakan bertambah.

Berperan sebagai penentu gizi keluarga sekaligus sebagai produsen pangan, petani perempuan menjadi rantai penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dunia. Namun pengakuan terhadap kontribusi perempuan di sektor pertanian sepertinya masih lemah, petani pria masih mendominasi hak atas tanah dan keputusan dalam pengelolaan lahan. Terlebih di daerah-daerah dimana sistem patriarki masih dijunjung tinggi, terutama di pedesaan.

Sebagian besar petani perempuan ini merupakan pekerja keluarga, dimana mereka membantu anggota keluarganya tanpa menerima bayaran, meskipun waktu yang mereka gunakan untuk pertanian tidak kalah panjang dibandingkan petani laki-laki. Padahal, petani perempuan memiliki potensi untuk menjadi sangat produktif. Bahkan menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO, petani perempuan dapat meningkatkan hasil pertanian hingga 20 – 30 % jika mereka memiliki akses ke berbagai sumber daya yang setara dengan laki-laki.

Hari Perempuan sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Maret hendaknya bisa menjadi momentum penting yang memberikan peluang bagi perempuan untuk berdaya. Tidak hanya dalam produksi pangan, perempuan memiliki peran penting dalam upaya peningkatan gizi keluarga dan masyarakat. Peningkatan gizi keluarga petani merupakan salah satu cara untuk cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan memutus rantai kemiskinan terus membelit keluarga petani. Sudah saatnya perempuan ikut aktif dan terlibat secara nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan berpartisipasi dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan.