Login

Ayo Tanam Pare di Pekarangan!

Dipublikasikan pada 04 Maret 2019 11:32:46

How To

Pare (Momordica charantia L.) termasuk famili Cucurbitaceae (timun-timunan). Di balik penampilan pare yang tidak menarik dan rasanya yang pahit, ternyata ada segudang manfaatnya untuk kesehatan. Pare banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Hebatnya lagi, buah pare dapat dijadikan penurun demam akibat penyakit malaria dan campak. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa pare dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga baik bagi penderita diabetes tipe 2

Jenis pare yang biasa dibudidayakan adalah pare putih dan pare hijau. Pare putih memiliki rasa tidak terlalu  pahit daripada pare hijau. Dari ukuran buahnya, pare putih lebih besar daripada pare hijau. Selain itu, bintil-bintil pada pare putih lebih terlihat daripada pare hijau.

Selain dua jenis pare tersebut, ada juga pare ular atau pare belut (Trichosanthus anguina L.). Buahnya berwarna hijau tua. Jenis ini disebut pare ular karena permukaan kulit cenderung mulus dan panjangnya bisa mencapai 60 cm. Buah pare ular dapat dapat melengkung hingga memilin.

Tanaman pare cocok ditanam di dataran rendah, baik di tegalan maupun di pekarangan. Jika ditanam di dataran tinggi, biasanya buah berukuran kecil. Untuk menanam pare, pertama-tama pastikan lingkungannya mendukung, yaitu tanahnya gembur, banyak mengandung humus, dan pH (keasaman) tanah antara 5 – 6. Tanaman pare adalah tanaman yang tumbuh baik di tempat teduh. Jadi pastikan juga, lokasi menanam cukup ternaungi.

Tanaman pare sebaiknya ditanam di awal musim hujan atau awal musim kemarau. Berikut adalah langkah-langkah menanam pare di pekarangan.

1.       Persiapan lahan

  • Pare dikembangbiakkan dengan biji. Bisa menggunakan biji pare yang sudah tua dan kering.
  • Jika pare ditanam dengan model para-para, lahan tidak perlu dicangkul, tetapi langsung dibuat lubang asalkan gulmanya tidak banyak.
  • Buat lubang tanam berukuran 30 cm x 20 cm. Jarak antar lubang diatur 60 cm dan jarak antar baris 200 cm.
  • Isi setiap lubang dengan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 1 kg yang dicampur dengan abu dapur.
  • Tanami masing-masing lubang dengan 2-3 biji pare. Biji dapat tumbuh setelah 4-7 hari.
  • Buat para-para setinggi 1-1,5 m jika tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm. Para-para dapat diganti dengan ajir atau tiang lanjaran.

2.       Pemupukan

  • Unsur hara dalam tanah lama kelamaan akan habis. Oleh karena itu tanaman pare memerlukan tambahan  pupuk.
  • Lakukan pemupukan saat tanaman berusia 1 bulan, bersamaan atau segera setelah penyianganPupuk dapat menggunakan campuran urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1 : 2 : 2.
  • Berikan 15 gram campuran pupuk ke setiap tanaman.Letakkan pupuk mengitari tanaman, sekitar 10 cm dari batang, lalu timbun dengan sedikit tanah.

3.       Pemeliharaan tanaman

  •  Buang gulma di sekelilin tanaman secara tearatur
  •  Bungkus buah muda dengan kertas atau daun pisang kering untuk mencegah serangan lalat buah (Dacus cucurbitacea sp.).  Lalat buah menyebabkan buah bernoda kuning dan busuk.

4.      Pemanenan

  • Buah dapat mulai dipanen setelah tanaman menginjak usia 2,5 bulan.
  • Terlambat panen akan menyebabkan pare tidak enak dimakan.
  • Dengan pemeliharaan yang baik, setiap tanaman pare dapat menghasilkan 30 buah pare.


Selamat bertanam pare!