Bagi para peternak ayam petelur, menjaga kesehatan kawanan ayam dan kebersihan lingkungan kandang sering kali menjadi tantangan utama. Masalah seperti kandang berbau menyengat, penumpukan lemak pada tubuh ayam, hingga risiko penyakit akibat cuaca ekstrem kerap menurunkan tingkat produksi telur.
Namun, melalui inovasi jamu herbal KUTEJA yang diterapkan oleh Rofiq Ojawas di Jalu Farm (berdasarkan formulasi Pak Bayudingrat), solusi tersebut ternyata bisa didapatkan secara alami dari dapur kita. Dengan meracik jamu probiotik sederhana ini, peternak tidak hanya berhasil menjaga ayam tetap fit, tetapi juga mampu memproduksi telur probiotik bernutrisi tinggi, rendah kolesterol, dan bebas Salmonella.
Apa Itu Jamu KUTEJA & Apa Saja Manfaatnya?
KUTEJA merupakan akronim dari tiga bahan utama herbal nusantara: Kunyit, Temulawak, dan Jahe. Ketiga bahan ini difermentasi menggunakan air kelapa dan gula.
Berikut adalah manfaat utama Jamu KUTEJA bagi ayam petelur:
- Menjaga Kesehatan Pencernaan & Usus
Herbal probiotik ini merawat saluran usus ayam agar tetap sehat sehingga kotoran yang dihasilkan menjadi kering. - Kandang Bebas Bau
Karena sistem pencernaan ayam sehat dan kotorannya kering, timbulan bau dan bakteri di dalam kandang berkurang secara signifikan. - Mengikis Lemak Tubuh Ayam
Racikan ini mengikis penumpukan lemak pada tubuh ayam, sehingga ayam menjadi jauh lebih mudah dan rutin bertelur. - Tahan Cuaca Ekstrem
Membantu daya tahan tubuh ayam agar tidak mudah stres atau sakit saat perubahan cuaca ekstrem.
Fungsi Spesifik Masing-Masing Bahan Utama
Salah satu rahasia efektivitas jamu ini adalah pembuatan ekstrak bahan yang diblender secara terpisah. Hal ini bertujuan agar dosis pemberian dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik ayam:
- Kunyit (Anti-inflamasi)
Berfungsi meredakan peradangan, sakit organ dalam pada ayam. - Temulawak (Penambah Nafsu Makan)
Berperan penting memicu dan meningkatkan nafsu makan saat kondisi ayam menurun. - Jahe (Penghangat Tubuh)
Memberikan efek hangat pada tubuh ayam ketika kondisi cuaca sedang dingin.
Bahan-Bahan & Komposisi
Berikut resep dan komposisi standar untuk pembuatan Jamu KUTEJA:
- Kunyit: ¼ kg (250 gram)
- Temulawak: ¼ kg (250 gram)
- Jahe: ¼ kg (250 gram)
- Gula (Merah/Pasir): ¼ kg (250 gram)
- Air Kelapa: 1 Liter (per masing-masing porsi racikan)
Panduan Cara Membuat Jamu KUTEJA Step-by-Step
- Pengolahan Bahan secara Terpisah
Blender masing-masing bahan herbal secara terpisah bersama gula dan air kelapa. Misal: ¼ kg kunyit + ¼ kg gula + 1 liter air kelapa diblender hingga halus. Ulangi langkah yang sama untuk temulawak dan jahe secara independen. - Proses Wadah Rapat (Air Lock)
- Masukkan hasil blenderan ke dalam wadah fermentasi.
- Gunakan sistem penutup kedap udara (air lock) agar gas CO? hasil fermentasi dapat keluar tanpa ada udara luar yang masuk. Hal ini penting untuk mencegah pembusukan sebelum fermentasi berhasil.
- Masa Fermentasi
- Simpan racikan dan biarkan terfermentasi selama 14 hari.
- Jika difermentasi dengan benar menggunakan penutup kedap udara, hasil ekstrak jamu ini sanggup bertahan hingga 3 tahun.
Dosis & Cara Pengaplikasian yang Tepat
Prinsip utamaJamu KUTEJA diberikan secara teratur sebagai langkah pencegahan harian, bukan menunggu sampai ayam dalam kondisi sakit parah.
- Dosis Standar Harian: Campurkan 1 ml ramuan per 1 liter air minum ayam setiap hari.
- Penyesuaian Kondisi Khusus:
- Jika Ayam mengalami radang/sakit organ dalam, diberikan tetesan ekstrak kunyit 1 ml/liter.
- Jika Ayam kurang nafsu makan, tambahkan porsi ekstrak temulawak.
- Saat cuaca dingin / ekstrem, dosis ekstrak jahe dapat ditingkatkan hingga 2 ml per liter air.
Tambahan Nutrisi & Probiotik Tambahan
Selain Jamu KUTEJA, Anda juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi ayam petelur dengan mengolah limbah sekitar:
- Nutrisi Kalsium Alami dari Keong Sawah / Kepiting
Tumbuk halus keong sawah, yuyu, atau kepiting bersama cangkangnya (sumber kalsium tinggi). Campurkan dengan rasio 20% nutrisi keong dan 80% air kelapa, lalu fermentasi selama 14 hari. (Catatan: Jangan gunakan bekicot mentah karena mengandung racun). - Fermentasi Stem Cell Telur Gagal Menetas
Telur yang tidak menetas (sebelum membusuk) ditumbuk bersama air kelapa (proporsi 20% telur + 1 liter air kelapa) lalu difermentasi. Ramuan ini dimanfaatkan sebagai pencegah berbagai penyakit berat.
Penerapan jamu KUTEJA terbukti menjadi investasi murah namun berdaya guna tinggi bagi peternakan ayam petelur. Selain menekan biaya obat-obatan kimia, kualitas telur probiotik yang dihasilkan menjadi lebih unggul di pasaran serta menciptakan lingkungan kandang yang bersih dan nyaman.
Video selengkapnya silahkan cek di Youtube Tanilink TV