Login

Intip Kebun Huma Niis Ciwidey, Kebun Impian untuk Persiapan Pensiun Sehat, Produktif, dan Menenangkan Jiwa

Dipublikasikan pada 07 Agustus 2026 16:42:52

Inspirasi Petani

CIWIDEY - Memasuki masa pensiun kerap kali membangkitkan kekhawatiran tersendiri bagi sebagian orang. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Pak Misyar, seorang pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama istrinya, Ibu Yuli. Jauh sebelum hari pensiun tiba, pasangan ini telah merancang masa tua yang produktif, tenang, dan penuh kedamaian melalui sebuah area terpadu yang diberi nama Kebun Humaniis

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.450 meter persegi (175 tumbak) di Kampung Jegut, Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Jawa Barat, Kebun Humaniis menjadi bukti nyata bagaimana persiapan masa pensiun bisa dijalani dengan elegan tanpa beban target finansial yang menghimpit.

Filosofi Humaniis: Ladang untuk Ngadem dan Mencari Ketenangan

Nama Humaniis sendiri diambil dari bahasa Sunda, yaitu Huma yang berarti ladang dan Niis yang berarti mendinginkan badan atau ngadem.

Di saat banyak orang membangun usaha untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya, Pak Misyar justru memegang teguh filosofi yang berbeda. Bagi beliau, tujuan utama mendirikan kebun ini bukanlah memburu profit besar, melainkan menjaga pikiran tetap jernih dan tubuh tetap aktif bergerak.

"Kalau tujuan utamanya profit, otomatis otak dipres lagi seperti kita kerja. Harus untung sekian, biaya sekian, jadi enggak tenang. Tujuan utama kita di sini pengin tenang. Profit tetap harus ada, tapi bukan target utama. Yang penting bisa untuk menutup operasional, gaji pekerja, dan beli pupuk."

— Pak Misyar, Pemilik Kebun Humaniis Ciwidey

Ia juga menyarankan bagi siapa saja yang ingin mempersiapkan masa pensiun agar memulainya lebih awal sebelum pensiun tiba. Selain itu, perencanaan matang tentang apa yang ingin ditanam atau diternakkan harus ditentukan terlebih dahulu sebelum membeli lahan.

Ekosistem Pertanian & Peternakan Terpadu (Integrated Farming)

Meski tidak dipatok target profit tinggi, Kebun Humaniis dikelola secara profesional dan terintegrasi sehingga memiliki unit usaha yang sangat produktif:

1. Perkebunan Stroberi Manis & Sayur Organik

Di lahan Ciwidey yang sejuk, Kebun Humaniis membudidayakan stroberi yang terkenal manis dan segar. Pengunjung atau kerabat yang datang bisa menikmati sensasi petik sendiri dengan harga terjangkau. Selain itu, berbagai jenis sayuran seperti sawi, cabai, daun bawang, hingga leunca ditanam secara organik menggunakan pupuk kandang dari kotoran ternak sendiri.

2. Penggemukan Domba Kemitraan

Pak Misyar menerapkan ilmu pembinaan UMKM yang didapatnya saat bekerja dengan mempraktikkan langsung sistem kemitraan. Kebun ini memiliki dua kandang dengan kapasitas 120 ekor domba (60 jantan dan 60 betina). Melalui kerja sama feedlot (penggemukan), bibit dan pakan dipasok oleh perusahaan mitra, dan domba siap dipanen setiap periode 4 bulan sekali.

3. Perikanan Air Tawar (Ikan Nila & Mas)

Memanfaatkan sumber air segar Ciwidey, kebun ini menggemukkan bibit ikan nila dan mas unggulan. Sekali panen, ekosistem perikanan ini mampu menghasilkan minimal 600 kilogram ikan yang dipasok langsung ke jaringan restoran.

4. Peternakan Ayam Sentul Khas Ciamis

Untuk melengkapi kebutuhan konsumsi harian keluarga dan tamu, terdapat pula puluhan ekor ayam kampung jenis Sentul khas Ciamis yang dimanfaatkan telur dan dagingnya secara mandiri.

Menginspirasi Ratusan Ribu Orang Lewat Media Sosial

Awalnya, kegiatan berkebun ini hanyalah dokumentasi iseng dari sang istri, Ibu Yuli. Namun, konten-konten otentik tentang suasana pedesaan yang asri dan hasil panen kebun justru menarik perhatian masyarakat luas. Kini, akun Instagram Ibu Yuli telah diikuti oleh lebih dari 120 ribu followers.

Bahkan, tidak sedikit teman, kerabat, hingga pengikut media sosial yang sengaja berkunjung ke Kebun Humaniis untuk belajar dan berkonsultasi mengenai cara mempersiapkan masa pensiun yang produktif.

Melalui Kebun Humaniis, Pak Misyar dan Ibu Yuli membuktikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak kehidupan baru yang lebih tenang, bermanfaat, dan membahagiakan.