Login

Kisah Inspiratif Pak Jai yang Buktikan Hobi Bisa Jadi Ladang Cuan dari Merpati Tinggian!

Dipublikasikan pada 12 Mei 2026 12:34:13

Inspirasi Usaha

Banyak orang bermimpi memiliki karir mapan dengan jabatan mentereng di perusahaan besar. Namun, bagi Jayanto Setiawan (atau yang akrab disapa Pak Jai), kenyamanan kursi Brand Manager sebuah perusahaan pipa air ternama tidak lebih memuaskan daripada suara kepakan sayap merpati di halaman rumahnya.

Siapa sangka, keputusan beraninya untuk mengambil pensiun dini demi fokus ternak merpati justru membawanya ke puncak kesuksesan yang melampaui gaji kantoran.

Berawal dari Hobi, Berbuah Prestasi

Pak Jai sudah menyukai merpati sejak kecil. Namun, saat pandemi melanda, ia melihat sebuah peluang unik. Ketika omzet penjualan produk pipa menurun drastis, permintaan akan merpati hasil ternakannya justru meroket. Di sanalah ia yakin bahwa hobinya bukan sekadar pengisi waktu luang.

Kini, dari kandangnya yang berlokasi di Pakem, Sleman, Yogyakarta, Pak Jai fokus pada Merpati Tinggian untuk kompetisi lapak Tomprang. Hasilnya? Luar biasa. Burung hasil didikannya telah dikirim ke hampir seluruh kota di Indonesia.

Bukan Sekadar Burung Biasa: Harga yang Fantastis!

Dunia merpati balap atau tomprang bukanlah main-main. Pak Jai mengungkapkan bahwa kualitas adalah segalanya.

  • Piyik (anak merpati) yang masih dalam bentuk telur atau baru menetas saja sudah di-indent orang dengan harga Rp1,5 juta per pasang!
  • Untuk merpati yang sudah mulai dilatih, harganya bisa melonjak ke angka Rp2,5 juta hingga Rp10 juta.
  • Bahkan, Pak Jai pernah mendapatkan penawaran sebesar Rp30 Juta untuk satu ekor merpati yang sudah berprestasi di lapangan.

Tips Sukses Ternak Merpati Ala Pak Jai

Bagi Anda yang ingin mengikuti jejaknya, Pak Jai membagikan beberapa rahasia sukses:

  • Cintai dulu hewannya, karena ini makhluk hidup, rasa sayang dan hobi adalah modal utama agar telaten merawatnya.
  • Pastikan kandang selalu kering dan pakan jagung selalu segar.
  • Proses Jemur yang Rutin. Merpati usia muda harus rutin dikenalkan dengan sinar matahari pagi.
  • Uji Coba di Lapangan. Produk kompetisi tidak bisa sekadar dipromosikan lewat kata-kata. Buktikan kualitasnya di ajang lomba agar pembeli datang sendiri mencari Anda.

Pesan untuk Para Pemburu Mimpi

"Semua yang berhubungan dengan hobi itu sebetulnya bisa menghasilkan. Yang penting kita harus bisa menikmati prosesnya," tutur Pak Jai.

Kisah Pak Jai mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak selalu berpakaian rapi di balik meja kantor. Terkadang, kesuksesan ada di tempat yang paling tidak terduga di dalam gairah dan hobi yang kita tekuni dengan sepenuh hati.