Ingin menanam sayuran tapi tidak punya lahan luas atau takut gagal karena hujan yang terus-menerus, maka cara hidroponik mungkin jalan keluar untukmu. Sesuai namanya, menanam sayuran dengan cara hidroponik tidak membutuhkan tanah (hidro= air, ponik= bekerja). Pada dasarnya, akar tanaman akan langsung menyentuh air dan semua nutrisi yang dibutuhkannya disediakan melalui air tersebut.
Ada beberapa macam sistem hidroponik. Secara umum, ada 2 sistem yaitu sistem sumbu dan sistem air bergerak atau mengalir. Simak langkah-langkah berikut untuk menanam sayuran dengan sistem sumbu.
- Siapkan peralatan untuk menanam sayuran.
Beberapa alat dapat menggunakan barang-barang bekas atau barang-barang di sekitar rumah. Berikut alat-alat yang perlu disiapkan:
- Net pot untuk wadah tanam. Bisa juga menggunakan botol plastik, gelas plastik, jerigen plastik atau barang bekas lainnya jika akan menggunakan sistem sumbu.
- Pipa yang telah dilubangi atau talang dan pompa sesuai kebutuhan, jika akan menggunakan sistem air mengalir
- Boks plastik untuk tempat air, jika akan menggunakan sistem air mengalir
- Potongan kain. Kain flanel lebih sering digunakan karena seratnya cukup rapat sehingga dapat menyerap air cukup banyak dan tidak mudah kering.
- Rock wool untuk media tanam. Atau bisa juga menggunakan media tanam lain seperti arang sekam, kerikil, dan pecahan bata merah.
- Nampan plastik
- Nutrisi hidroponik. Nutrisi ini dapat dibeli di toko sarana pertanian.
- Benih sayur. Untuk pemula, coba dulu dengan benih yang cepat tumbuh seperti benih sawi atau benih bayam
- Pasang sistem hidroponik yang diinginkan
- Hidroponik sistem sumbu dapat menggunakan barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah. Salah satu yang paling sederhana adalah menggunakan botol plastik bekas yang dibagi 2 secara mendatar. Bagian tutup diletakkan terbalik dalam bagian alas, dan akan digunakan sebagai wadah tanam. Sedangkan bagian alas berfungsi sebagai wadah air.
- Hidroponik sistem air mengalir membutuhkan pipa yang telah dilubangi atau talang untuk saluran air. Rancangan bentuknya dapat dikreasikan sendiri sesuai kebutuhan masing-masing atau membeli yang sudah jadi di toko tanaman. Sedangkan air dimasukkan ke dalam boks plastik, dan dialirkan dengan bantuan pompa.
- Semai benih sayur.
Perkecambahan sawi atau bayam membutuhkan waktu 3 – 4 hari.
- Siapkan beberapa potong rock wool dengan ukuran 5 cm x 3 cm x 1,5 cm, atau menyesuaikan dengan wadah tanam yang digunakan.
- Buat satu lubang pada masing-masing potong rock wool, masukkan satu benih ke dalamnya. Jika ukuran rock wool lebih besar, bisa membuat lebih dari satu lubang tapi beri jarak sekitar 1 cm antar lubang.
- Letakkan semua rock wool pada nampan plastic, lalu basahi dengan air hingga basah seluruhnya, namun air tidak menggenang.
- Selama penyemaian, letakkan benih di tempat yang cukup sinar matahari tapi tidak terlalu panas.
- Jaga kelembabannya setiap hari, tambahkan air jika perlu.
- Setelah muncul 2 atau 3 daun sejati, pindahkan bibit ke wadah tanam
- Pindahkan bibit ke wadah tanam.
- Pindah bibit beserta media tanamnya dengan hati-hati ke dalam net pot, atau langsung ke dalam botol plastik, gelas plastik, atau jerigen plastik, jika akan menggunakan sistem sumbu.
- Jepit kain flanel antara media tanam dan net pot. Salah satu ujung kain flanel harus menempel dengan media tanam supaya air dapat mengalir dengan baik ke media tanam. Ujung kain lainnya harus cukup panjang supaya dapat menjangkau permukaan air dalam wadah tanam
- Masukkan air bernutrisi ke dalam wadah tanam
- Masukkan air ke dalam wadah tanam hingga air menyentuh ujung kain flannel, atau masukkan air dalam boks plastik secukupnya jika menggunakan sistem air mengalir
- Campur nutrisi ke dalam air dengan takaran sesuai anjuran pada kemasan. Kebutuhan nutrisi tanaman berbeda setiap masa pertumbuhan tanaman.
- Tambahkan nutrisi secara berkala.