Pestisida terbatas adalah pestisida yang sebenarnya sangat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup, namun masih diijinkan untuk digunakan. Pestisida ini memerlukan persyaratan dan alat-alat pengamanan khusus di luar yang tertera pada label. Oleh karena itu, penggunaan pestisida terbatas tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Pengguna pestisida terbatas harus menerima pelatihan mengenai penggunaannya dari pihak yang berkompeten. Bahkan produsen dan distributornya pun harus memiliki izin khusus. Izin ini baru bisa dikantongi dengan salah satu syaratnya memberikan pelatihan kepada calon pengguna pestisida terbatas.
Berikut lima bahan aktif pestisida terbatas di Indonesia menurut Permentan No.1 Tahun 2007
1. Alumunium Fosfida
Alumunium fosfida merupakan salah satu bahan aktif yang terdapat dalam fumigant. Bahan kimia ini akan menghasilkan gas yang dapat menyala dengan tiba-tiba jika kontak dengan air, sehingga harus disimpan di tempat kering / tidak lembab. Jika terkena kulit atau mata, alumunium fosfida dapat menyebabkan iritasiBahan kimia ini bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati dan ginjal, jika terlalu sering terpapar bahan kimia ini atau berulang kali terhirup atau tertelan.
2. Parakuat Diklorida
Menurut WHO, penyerapan parakuat oleh tubuh manusia mempunyai efek serius dalam jangka panjang. Bahkan dengan dosis rendah, parakuat relative berbahaya dan fatal jika termakan atau mengenai kulit secara langsung, karena sangat mudah diserap tubuh. Bahan aktif ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia lewat air, ternak, dan pangan lainnya yang tercemar.
Bahan aktif ini dapat ditemukan dalam beberapa herbisida yang beredar di Indonesia. Namun karena dianggap sangat berbahaya bagi lingkungan, beberapa negara di Eropa melarang penggunaan bahan aktif ini. Hasil pertanian yang diekspor ke negara-negara tersebut harus bebas parakuat.
3. Seng Fosfida
Bahan aktif digunakan sebagai bahan racun tikus (rodentisida). Saat termakan, baik oleh tikus atau manusia, bahan kimia ini akan bereaksi dengan asam lambung dan menghasilkan gas beracun yang disebut fosfin. Gas ini kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh dan membuat organ-organ berhenti bekerja, khususnya jantung, paru-paru dan hati.
4. Magnesium Fosfida
Bahan aktif ini dapat ditemukan dalam sejumlah insektisida dan rodentisida. Senyawa ini sangat berbahaya jika tertelan atau terhirup. Sama seperti seng fosfida, senyawa ini menghasilkan fosfin saat bertemu dengan asam lambung.
5. Metil Bromida
Metil bromida merupakan salah satu fumigasn yang masih banyak digunakan. Fumigan berfungsi membebaskan media pembawa (tumbuhan, tanah, alat angkut, peti, dsb) dari serangga hama, tungau, nematode, atau moluska.
Meskipun sangat berbahaya, metil bromida tidak berwarna dan tidak berbau sehingga sulit dideteksi jika mencemari bahan lainnya. Peraturan di beberapa negara mensyaratkan agar zat indikator ditambahkan ke dalam metil bromide untuk mempermudah deteksi keberadaannya.
Aplikasi pestisida berbahan aktif metil bromida secara berlebihan dapat meninggalkan residu bromide pada bahan makanan. Bromida juga telah diketahui sebagai zat yang menimbulkan kerusakan pada ozon. Oleh karena itu, penggunaan metil bromida disepakati untuk dihapuskan secara bertahap.
Metil bromida sangat beracun bagi manusia, yaitu dapat menyebabkan kematian. Fatalnya lagi, gejala keracunannya seringkali tidak tampak, sampai akhirnya terlambat untuk ditangani.
Meskipun kelima bahan aktif di atas masih boleh digunakan secara terbatas, ada baiknya menggunakan cara alternatif yang lebih aman bagi manusia dan lebih ramah lingkungan, karena kesalahan penggunaan masih mungkin terjadi bahkan dengan pelatihan sekalipun.