Login

Singkong Naik Kelas: Potensi Bisnis UMKM hingga Industri Besar

Dipublikasikan pada 22 Mei 2025 16:39:19

Inspirasi Usaha

Singkong, yang dahulu dikenal sebagai makanan pokok rakyat, kini menjelma menjadi komoditas strategis dengan potensi ekonomi yang menjanjikan. Dari skala UMKM hingga industri besar, singkong menawarkan peluang bisnis yang luas dan beragam

Potensi Pasar Singkong di Indonesia dan Global

Indonesia merupakan salah satu produsen singkong terbesar di dunia, dengan produksi nasional mencapai 18,3 juta ton pada tahun 2023 . Daerah-daerah seperti Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi sentra utama produksi singkong.

Permintaan global terhadap produk olahan singkong terus meningkat. Produk seperti tepung singkong (mokaf), keripik, dan pati singkong diminati di pasar Eropa dan Amerika Serikat, terutama karena sifatnya yang bebas gluten dan cocok untuk diet sehat. Selain itu, kerja sama Tariff Rate Quota (TRQ) memungkinkan Indonesia mengekspor hingga 165.000 ton singkong ke Uni Eropa dan 660.000 ton ke Inggris dengan tarif bea masuk yang lebih rendah .

Analisis Usaha Budidaya Singkong di Lahan 1 Hektar

Komponen

Keterangan

Biaya / Hasil (Rp)

A. Biaya Produksi

Sewa lahan 2 tahun

Harga sewa tahunan ± Rp 22,5 juta

45.000.000

Bibit singkong

15.000 batang x Rp 300

4.500.000

Pupuk dan pestisida

NPK, pupuk kandang, dolomit, pestisida, dll

3.000.000

Tenaga kerja & pengolahan

Penanaman, pemeliharaan, panen

2.500.000

Total Biaya Produksi

 

Rp 55.000.000

B. Hasil Panen

Produktivitas per hektar ±30 ton per musim tanam x 2 musim
= 60.000 kg.
Harga jual rata-rata =Rp 2.000 per kg
 
Total Pendapatan Kotor 60.000 kg x Rp 2.000 = Rp 120.000.000

C. Keuntungan Bersih

Pendapatan kotor - total biaya produksi = Rp 65.000.000
Rata-rata keuntungan per tahun dibagi dua tahun usaha = Rp 32.500.000 /tahun

Berkah dan Tantangan Petani Singkong

Di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Kecamatan Purwonegoro menjadi salah satu kawasan penghasil singkong terbesar di Jawa Tengah. Lahan tanaman singkong seluas 1.600 hektar menjadi tumpuan hidup bagi sebagian besar petani Desa setempat. Terdapat 10 jenis singkong yang ditanam di daerah sini diantaranya temanggu, mertega, cigur, darma, lanting, ketela ketan, dan lain-lain. Sebagian besar produksi singkong disini diolah menjadi tepung tapioka.

Menurut Pak Jumoro, petani sekaligus ketua kelompok tani Mitra Makaryo Tani, produksi panen singkong di Purwonegoro sangat melimpah, namun tidak diimbangi dengan permintaan pasar yang ada. Hal ini disebabkan karena petani singkong menanamnya secara serempak sehingga terjadi kelebihan produksi dan harganya murah. Namun untungnya beberapa tahun belakangan banyak UMKM Kelompok Wanita Tani (KWT) di daerah sekitar yang memproduksi makanan ringan dan nasi berbahan dasar singkong, sehingga membantu petani untuk menyerap hasil panennya.

Tonton video inspirasinya di Tanilink TV