Kemudian bagaimana cara mengolah pupuk sehingga baik dan memberikan manfaat bagi petani. Ada dua cara yang dapat dilakukan oleh petani. Pertama menunggu pupuk kandang sampai benar-benar matang sehingga akan aman digunakan, tetapi jika menunggu butuh waktu yang tahunan. Biasanya hal ini yang membua petani tidak sabar dan langsung menggunakan pupuk kandang.
Cara yang kedua adalah dengan fermentasi pupuk kandang, untuk mengolah pupuk kandang yang matang dan baik ketika digunakan hanya butuh sekitar 1 bulan dan biaya yang realtif murah.
Caranya untuk 1 ton pupuk kandang dibutuhkan. 50 Kg Abu (Bekas pembakaran kayu, jika dirumah masih menggunakan kayu bakar), 50 Kg Dolomit dan 1 Kg Bio Stardec.
Untuk cara membuatnya:
- Pupuk kandang ditabur dengan ketebalan sekitar 10 cm.
- Abu, Dolomit dan bio stardec (atau EM4) diaduk kemudian disebarkan diatas tumpukan pupuk kandang hingga merata.
- Taburkan pupuk kandang diatas taburan campuran bahan-bahan tadi dengan ketinggian sekitar 10 cm.
- Lakukan berulang-ulang sampai bahan habis.
- Kemudian tutup rapat menggunakan plastik atau terpal dan diamkan selama 1 bulan.
- Setelah itu di aduk merata dan diamkan selam 4 - 5 Hari.
- Pupuk kandang yang sudah difermentasi sudah siap untuk digunakan.
Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah matang antara lain: Pertama, wujudnya telah berubah dari aslinya (Warna sudah berubah dan kering); Kedua, baunya telah berkurang dan berubah tidak menyengat; Ketiga, suhunya sudah berubah menjadi dingin; Keempat, teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam (sudah gembur).
Manfaat Pupuk kandang yang sudah matang atau difermentasi:
- Dapat menahan/menyimpan air lebih lama.
- Membuat tanah lebih subur dan dapat mengurangi hama.
- Tidak ada penyakit busuk atau layu.
- Tanam menjadi lebih gembur.
- Memberikan makan untuk cacing tanah yang bermanfaat bagi petani.
Tugimin,
Penulis adalah seorang petani yang beralamat di Cepogo, Boyolali