Login

Tanaman Sehat dan Subur Dengan Cuka Pisang, Begini Cara Membuatnya

Dipublikasikan pada 18 Desember 2024 15:43:40

How To

Pertanian organik merupakan metode bertani yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang ada di alam baik untuk sumber nutrisi, penanganan hama penyakit, dan perangsang tumbuh tanaman. Salah satu yang bisa dimanfaatkan yaitu cuka organik yang memiliki pengaruh positif apabila diaplikasikan ke tanaman. Aplikasi cuka organik pada dosis rendah dapat meningkatkan proses vegetatif sedangkan pada dosis tinggi dapat meningkatkan proses generatif. Salah satu jenis bahan makanan yang dapat kita manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan cuka organik ini adalah buah pisang. Buah pisang dipilih karena memiliki kandaungan karbohidrat yang tinggi dan mudah dijumpai di pasaran.

Manfaat Cuka Organik untuk Tanaman

  1. Meningkatkan pH Tanah
    Cuka organik dapat menurunkan kadar alkalinitas tanah sehingga lebih ideal untuk tanaman tertentu.

  2. Mengusir Hama Secara Alami
    Kandungan asam dalam cuka mampu mengusir serangga seperti semut, kutu daun, dan ulat tanpa merusak ekosistem.

  3. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
    Cuka organik membantu tanaman menyerap nutrisi lebih baik, terutama zat besi, magnesium, dan fosfor.

  4. Mempercepat Pertumbuhan Tanaman
    Penggunaan cuka organik secara teratur dapat merangsang pertumbuhan akar dan tunas baru.

Cara membuat cuka organik dari pisang

  1. Siapkan buah pisang yang sudah dikupas kulitnya sebanyak 1 kg kemudian dimasukkan kedalam botol.

  2. Tambahkan gula merah kering sebanyak 1 kg kemudian tumbuk/ aduk hingga hancur dan tercampur merata dengan pisang dan teksturnya lembut.

  3. Tutup toples dengan tissue rapat kemudian lakukan fermentasi selama 7 hari.

  4. Setelah 7 hari saring cairan pisang tadi dan pisahkan antara air dan ampasnya.

  5. Masukkan ampas kedalam toples kemudian tambahkan air sebanyak 2 kali dari tinggi ampasnya. Harus ada ruang sisa didalam toples untuk tempat gas.

  6. Aduk hingga merata kemudian tutup menggunakan tissue rapat.

  7. Lakukan fermentasi selama 3 minggu sampai satu bulan, simpan di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang bagus.

  8. Pada tutup toples berikan selang yang disambungkan ke botol berisi air sebagai jalur keluarnya gas hasil fermentasi. Cairan ini harus diaduk setiap hari selama proses fermentasi.

  9. Setelah fermentasi selesai kemudian lakukan penyaringan cuka tersebut agar terpisah dari ampasnya. Masukkan air cuka kedalam toples yang lain.

  10. Lakukan fermentasi dengan cara yang sama selama 1-3 bulan, ciri cuka yang sudah jadi yaitu nilai pH nya dibawah 3,5. Setelah pH nya sudah sesuai ganti tutup toplesnya dengan tutup yang kedap udara.

Cara Penggunaan Cuka Organik dari Pisang

Sebagai Pupuk Cair:
Campurkan 100 ml cuka organik dengan 1 liter air, lalu siramkan ke tanah di sekitar tanaman.

Sebagai Pestisida Alami:
Larutkan 50 ml cuka organik dengan 1 liter air, semprotkan langsung pada daun dan batang untuk mengusir hama.

Dengan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi cuka organik, Anda tidak hanya membuat tanaman subur dan sehat, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan sampah organik. Selamat mencoba!