Batang pisang (gedebok) dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang bernutrisi untuk bebek. Salah satu metode yang umum digunakan adalah fermentasi, yang mampu meningkatkan kandungan nutrisi, menurunkan kadar serat kasar, dan memperbaiki rasa serta aroma pakan, sehingga lebih mudah dicerna oleh hewan ternak.
Fermentasi adalah suatu teknik pengolahan pangan dari bahan dasar menjadi pakan ternak siap saji dengan menggunakan mikroorganisme tertentu. Fermentasi dapat terjadi oleh aktivitas mikroba yang menyebabkan fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya proses fermentasi ini dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat bahan pangan akibat terjadinya penguraian bahan pangan.
Batang pisang mempunyai kandungan air yang sangat tinggi sehingga menyebabkan kandungan bahan keringnya sangat rendah, hanya 3,6%. Sehingga pemberian pakan batang pisang segar secara tidak langsung akan memberikan air minum bagi ternak. Komposisi kandungan batang pisang yaitu protein kasar 2,4% hingga 8,3%, lemak kasar 3,2% hingga 8,1%, serat kasar 13,4% hingga 31,7%.
Data ini menunjukkan bahwa kandungan serat kasar gedebog pisang sangat tinggi dan nilai protein kasarnya rendah. Artinya untuk dijadikan pakan ternak, batang pisang kurang baik. Apalagi jika kuantitas dalam ransumnya sangat dominan. Oleh karena itu, apabila ingin menggunakan batang pisang perlu ditambahkan bahan lain yang berkualitas baik. Kandungan air pada batang pisang juga sangat tinggi sehingga batang pisang terlebih dahulu dijemur selama 1 – 2 hari atau kadar air yang dikandungnya menjadi 60 – 70 %.
Manfaat Pakan Fermentasi:
- Meningkatkan nafsu makan.
- Memperbaiki sistem pencernaan ternak.
- Menekan biaya pakan komersial.
- Menyediakan nutrisi seperti protein kasar, karbohidrat, vitamin B, dan lainnya yang bermanfaat untuk bebek.
Bahan-Bahan
- Batang pisang
- 20 kg ampas tahu
- 5-6 kg bekatul
- 0,2 kg garam
- 0,5 liter molase
- Biometer 30 cc
- 5 liter air
Cara membuat
- Batang pisang dipotong dan dibersihkan dari bagian yang kering,
- Kemudian dipotong kecil berukuran 3 sampai 5 cm.
- Dijemur 2 hari sampai layu lalu timbang 60kg
- Tambahkan 10 kg ampas tahu kering dan tambahkan 6 kg bekatul
- Tambahkan campuran air, molase, dan EM4 dan taburi garam sebanyak 0,2 kg kemudian lalu aduk rata hingga adonan homogen
- Masukkan ke dalam tangki fermentasi, padatkan dan tutup selama 21 hari dalam keadaan hampa udara
Walaupun dalam proses pembuatannya membutuhkan tenaga dan membutuhkan waktu yang banyak, akan tetapi setelah fermentasi tersebut jadi maka kita tidak lagi mengarit atau membeli pakan untuk ternak. Metode ini membantu peternak mengurangi ketergantungan pada pakan konvensional yang mahal, sekaligus memanfaatkan limbah pertanian secara optimal.