Buncis merupakan sayuran tinggi serat dan gizi. Sayuran ini sekilas mirip dengan kacang panjang, tapi ukurannya lebih pendek. Tanaman buncis banyak terdapat di hampir semua wilayah di Indonesia, terutama pada daerah-daerah sentra sayuran dan pada daerah dataran tinggi. Tanaman kacang buncis termasuk tanaman yang memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap iklim dan lingkungan. Tanaman ini memiliki dua tipe, yakni tanaman merambat dan tegak. Sayuran yang memiliki banyak manfaat ini bisa tumbuh di Indonesia yang memiliki musim hujan dan kemarau. Biasanya, tanaman ini mulai ditanam pada akhir musim hujan, sehingga air pada tanaman tercukupi dan cahaya yang dibutuhkan juga memadai.
Semakin tinggi kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, maka kian besar juga kebutuhan mereka terhadap sumber pangan organik, termasuk sayur-sayuran. Nah, buncis adalah jenis sayur yang juga banyak diminati masyarakat. Mengingat buncis juga banyak diolah ke dalam resep-resep hidangan tradisional.
Syarat Tumbuh
Tanaman buncis akan tumbuh lebih subur dan baik jika ditanam di ketinggian 1000-1500 mdpl, dengan suhu 20 sampai 25 celcius. Meski begitu, tanaman ini bisa tumbuh di dataran kurang lebih 500 mdpl dengan menyesuaikan varietasnya. Tanaman buncis membutuhkan pengairan yang cukup dengan menghindari kebecekan pada area tanahnya. Biasanya tanaman ini membutuhkan ph tanah 5,0 hingga 6,5.
Buncis dikenal sebagai tanaman yang memiliki siklus panen cepat, hanya memerlukan waktu sekitar 50-60 hari dari penanaman hingga siap panen. Hal ini memungkinkan petani untuk mendapatkan hasil dalam waktu relatif singkat, sehingga perputaran modal dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, buncis juga memiliki kandungan gizi yang tinggi, seperti protein, serat, vitamin C, dan berbagai mineral penting, yang membuatnya menjadi pilihan makanan sehat bagi banyak orang.
Langkah Budidaya
- Pengolahan lahan
Lahan untuk budidaya buncis terlebih dahulu dibersihkan. Kemudian tanah diolah dengan cara dibajak. Agar mudah dalam perawatannya, buatlah Bedengan dibuat dengan lebar 80 – 100 cm, tinggi bedengan 10 – 30 cm atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan antara 50 – 60 cm. - Penanaman benih buncis
Pada bedengan dibuat lubang tanam dengan jarak sekitar 60 x 30 cm atau 70 x 25 cm. Setiap lubang tanam diisi dua sampai tiga biji. Setelah itu, tutup tipis lubang tanam dengan pupuk organik. Setelah seminggu, biji akan berkecambah. Setelah dua minggu, pilih dan sisakan dua batang yang pertumbuhannya baik. Ketika tanaman sudah memiliki tinggi 15 cm, pasang ajir dari bambu atau kayu kecil. Pada ujung ajir, pasang tali yang digunakan untuk menghubungkan satu ajir dengan ajir lainnya. - Perawatan
Perawatan buncis terdiri dari beberapa tahap yaitu penyiangan, pemupukan serta penyiraman.
Penyiangan bertujuan untuk menghindari kompetisi buncis dengan gulma
Pemupukan pada tanah berpasir, berikan pupuk Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Sementara itu, pada jenis tanah lain, berikan Urea 50 kg/ha, SP 36 100 kg/ha, dan KCl 50 kg/ha. Untuk tanah tandus, berikan pupuk kandang 10 ton/ha atau pupuk Urea 100 kg/ha, TSP 300 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Pupuk diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan, kemudian meletakkan pupuk pada lubang tersebut. Tutup lubang pemupukan agar pupuk tidak tercuci dan menguap.
Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan, jika tanah kering lakukan setiap hari dan jika tanah dengan kondisi baik dan subur dilakukan dengan berkala menyesuaikan kondisi tanah. Pemenuhan air pada tanaman ini sangat penting untuk menghasilkan buah buncis yang lebat. - Pemangkasan
Proses pemangkasan daun ini dilakukan pada tanaman yang terlalu rimbun yang dilakukan pada tunas bawah dan daun bawah. Upaya ini bertujuan agar nutrisi terserap pada proses pembentukan bunga dan buah, sehingga menghasilkan buah yang lebat. Saat memangkas daun bawah yang tua dan terserang penyakit. Sedangkan tunas yang paling bawah adalah tunas yang rimbun atau 5 sampai 6 tunas paling bawah yang terlalu rimbun. - Pemanenan
Pemanenan Tanaman buncis biasanya sudah bisa dipanen saat berumur dua hingga 2,5 bulan. Buncis bisa dipanen sebanyak empat sampai lima kali dengan selang waktu pemanenan lima hingga tujuh hari. Buncis biasanya dipanen ketika masih muda karena rasanya lebih enak dan tidak keras.
Analisis usaha
Dengan asumsi:
Luas lahan : 1 ha
Masa panen : 75 HST
|
Biaya Investasi. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No |
Nama Barang |
Harga (Rupiah) |
Kuantitas |
Satuan |
Jumlah (Rupiah) |
|
|
|
|
1 |
Cangkul |
105.000 |
2 |
buah |
210.000 |
|
|
|
|
2 |
Sabit |
60.000 |
3 |
buah |
180.000 |
|
|
|
|
3 |
Hand srayer |
375.000 |
1 |
unit |
375.000 |
|
|
|
|
4 |
Drum isi 200 liter |
225.000 |
1 |
buah |
225.000 |
|
|
|
|
5 |
Ajir |
30.000 |
100 |
buah |
30.000 |
|
|
|
|
Jumlah |
|
1.020.000 |
|
|
|
|||
|
Biaya Variable. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
No |
Nama Bahan / Pekerjaan |
Rincian |
Harga |
Kuantitas |
Satuan |
Tahun ke1 |
Tahun ke 2 |
Tahun Ke 3 |
|
1 |
Bibit buncis |
Tanam |
60.000 |
5 |
kg |
300.000 |
– |
– |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2 |
Pupuk Kandang |
|
1000 |
20000 |
kg |
20.000.000 |
20.000.000 |
20.000.000 |
|
3 |
Pupuk anorganik |
Urea |
2300 |
60 |
kg |
138000 |
138.000 |
138.000 |
|
|
|
Phonska |
8000 |
139 |
kg |
1.112.000 |
1.112.000 |
1.112.000 |
|
|
|
NPK |
7000 |
289 |
kg |
2023000 |
2.023.000 |
2.023.000 |
|
|
|
ZA |
2000 |
275 |
kg |
550000 |
550000 |
550000 |
|
4 |
Pengendalian OPT |
insektisida hayati |
45.000 |
1 |
botol |
45000 |
45.000 |
45.000 |
|
|
|
tricozia |
80.000 |
1 |
kemasan |
80.000 |
80.000 |
80.000 |
|
5 |
Panen |
|
60.000 |
10 |
HOK |
600000 |
600000 |
600.000 |
|
6 |
pengolahan lahan |
|
60.000 |
10 |
HOK |
600000 |
600000 |
600000 |
|
Total |
|
|
|
|
|
26.468.000 |
24548000 |
24.548.000 |
|
C. Output |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahun ke |
PanenKg) |
Harga jual per kg (Rp) |
Pendapatan(Rp) |
Pengeluaran(Rp) |
Keuntungan(Rp) |
|
|
|
|
1 |
12000 |
8000 |
96000000 |
26.468.000 |
69.532.000 |
|
|
|
|
2 |
12000 |
8.000 |
96000000 |
24.548.000 |
71.452.000 |
|
|
|
|
3 |
12000 |
8.000 |
96000000 |
24.548.000 |
71.452.000 |
|
|
|
Potensi budidaya buncis memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Selain dari cara menanam dan perawatan buncis yang mudah, jenis polong-polongan ini bahkan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Buncis juga cukup diminati di pasar pangan internasional. Hal ini terlihat dari data Food and Agriculture Organization (FAO), di mana Indonesia termasuk dalam 3 negara produsen utama buncis di dunia. Selain itu budidaya buncis ini juga kian menjanjikan karena nilai jualnya yang tinggi. Buncis berjenis biasa dibandrol dengan harga Rp 5-7 ribu. Sementara buncis kenya memiliki harga Rp 18 ribu. (bgs)