Login

Mengenal Pestisida, Kenali Jenis dan Kandungannya

Dipublikasikan pada 17 Mei 2024 12:33:14

Berita & Artikel

Dalam dunia pertanian, pestisida menjadi salah satu aspek yang cukup penting sebagai penunjang keberhasilan panen. Bagaimana tidak, pestisida sangat dibutuhkan untuk mengendalikan berbagai OPT yang memiliki dampak negatif pada pertanaman. Upaya pengendalian yang digunakan oleh petani Indonesia pada saat ini adalah dengan menggunakan pestisida sintetik. Bahkan dalam beberapa kasus, petani tidak mengindahkan kaidah pemakaian yang tercantum dalam kemasan pestisida sehingga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Pemakaian pestisida yang tidak bijaksana seperti ini mengakibatkan timbulnya residu pestisida terhadap produk pertanian.

Pestisida adalah suatu zat atau campuran zat yang berfungsi untuk mencegah (prevent), mengendalikan, atau mengusir  serangga, tikus, nematoda, jamur (fungi), bakteri, gulma, dan organisme hidup lainnya yang dinyatakan sebagai hama. Pestisida juga mencakup zat atau campuran zat yang berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan tanaman, penggugur daun, dan pengering tanaman.

Jenis pestisida

  1. Algasida
    berfungsi untuk membunuh dan mencegah tanaman pengganggu seperti alga yang berada di area tanaman petani.

  2. Akarisida
    Digunakan untuk membunuh tungau atau kutu yang ada pada tanaman.

  3. Alvisida
    Berfungsi untuk membunuh maupun pencegah burung yang ada di sawah.

  4. Bakterisida
    Digunakan untuk mengendalikan bakteri yang menyebabkan penyakit pada tanaman.

  5. Fungisida
    berfungsi untuk mengendalikan jamur yang menyerang tanaman

  6. Insektisida
    Berguna untuk membunuh sekaligus mencegah munculnya hama serangga di lahan pertanian

  7. Herbisida
    Berfungsi untuk membunuh serta  mencegah gulma.

  8. Ovisida
    Ovisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk merusak telur dari hama penyakit

  9. Termisida
    Berfungsi untuk mencegah serangga pelubang kayu atau rayap pada tanaman kelapa sawit

  10. Rodentisida
    Pestisida ini memiliki fungsi untuk membunuh hewan pengerat.

  11. Piscisida
    Ikan di areal persawahan yang mengganggu akan diatasi dengan jenis pestisida ini

  12. Nematisida
    jenis pestisida yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi nematoda atau cacing

  13. Moluskisida
    jenis pestisida yang berfungsi untuk membunuh dan mencegah populasi moluska di lahan pertanian

Klasifikasi Bahaya di Label Pestisida

  • Coklat tua menunjukkan pestisida sangat beracun (Kelas I A)
  • Merah tua menunjukkan pestisida beracun
  • Kuning tua menunjukkan pestisida berbahaya (Kelas II) dan juga pestisida yang masih banyak beredar di pasaran
  • Biru muda menunjukkan pestisida cukup berbahaya (Kelas III)
  • Hijau menunjukkan pestisida tidak berbahaya pada penggunaan normal (Kelas IV)
  • Jingga menunjukkan pestisida hanya boleh digunakan untuk pengguna yang memiliki sertifikat.

Setiap bahan aktif pestisida memiliki daya larut yang bermacam-macam. Karakteristik daya larut dan target pasar adalah hal yang menjadi pertimbangan perusahaan produsen pestisida dalam memformulasikan suatu bahan aktif menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Setiap jenis formulasi suatu produk mempengaruhi cara aplikasinya dan juga mempengaruhi tata cara teknik pencampuran pestisida. Didalam kemasan produk pestisida atau produk ZPT biasanya terdapat nama bahan aktif yang terkandung didalamnya dan selain dari itu terdapat juga kode-kode tertentu yang ada didalam merek kemasan seperti contohnya Confidor 3 GR pada Furadan 400 SL, dll.

Formulasi pestisida

  1. Emulsifiable Concentrate (EC), merupakan pestisida yang berbentuk pekatan (konsentrat) cair dengan kandungan bahan aktif yang tinggi. Jika dicampur dengan air, konsentrasi ini akan membentuk emulsi atau butiran benda cair yang melayang dalam media cair lain. Umumnya formulasi EC digunakan dengan cara disemprot.

  2. Soluble Liquid (SL) dan Liquid (L)
    merupakan formulasi berbentuk pekatan cair, yang jika dicampur dengan air pekatan ini akan membentuk larutan. Sama dengan formulasi yang sebelumnya, pestisida satu ini juga digunakan dengan cara disemprotkan.

  3. Suspension Concentrate (SC) dan Water Soluble Concentrate (WSC) jika dicampur dengan air tidak membentuk emulsi, melainkan akan membentuk suspensi. Pestisida dengan formulasi ini biasanya diaplikasikan dengan cara disemprot menggunakan sprayer.

  4. Aquaeous Solution (AS) dan Aquaeous Concentrate (AC)
    merupakan larutan pekat yang dapat dilarutkan dalam air. Pestisida yang diformulasikan dalam bentuk AS dan AC umumnya berupa pestisida berbahan aktif dalam bentuk garam yang memiliki kelarutan tinggi di dalam air. Cara aplikasinya dengan cara disemprotkan.

  5. Dust (D)
    formulasi berbentuk debu/tepung yang siap pakai, dalam aplikasinya tidak perlu dicampur dengan air. Cara aplikasinya dengan dihembuskan (dusting) dengan alat tertentu.

  6. Granula (GR)
    adalah formulasi berbentuk butiran padat dengan ukuran seragam. Umumnya merupakan produk yang siap pakai dengan cara ditaburkan.

  7. Soluble Powder (SP)
    adalah formulasi berbentuk tepung yang jika dicampur dengan air akan membentuk larutan. Diaplikasikan dengan cara disemprotkan.

  8. Seed Dressing (SD)
    merupakan formulasi khusus berbentuk tepung yang digunakan dalam perawatan benih.

Penggunaan pestisida harus menggunakan strategi yang tepat. Penyemprotan insektisida untuk mengendalikan OPT pada budidaya sayuran dilakukan jika populasi OPT atau intensitas serangannya telah mencapai ambang pengendalian yaitu ditandai dengan tingkat populasi hama atau intensitas serangannya yang jika tidak dikendalikan akan menimbulkan kerugian secara ekonomi. Kesadaran petani akan bahaya pestisida diharapkan mampu meningkatkan penerapan pestisida dengan lebih bijak dan lebih berinovasi dalam menggunakan pestisida nabati sebagai alternatif pestisida berbahan alami yang ramah lingkungan. (bgs)