Login

Masa Depan Petani Teh Rakyat Sudah Didepan Mata

Dipublikasikan pada 19 Nopember 2018 00:00:00

Berita & Artikel

Paguyuban tani Lestari akhirnya berkesempatan untuk bisa berkumpul kembali di Bandung dalam acara Workshop Pengembangan Unit Pengolahan Teh Rakyat Menuju Teh Berkelanjutan. Kegiatan yang digagas oleh Business Watch Indonesia ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang manajemen pengelolaan Unit Pengolahan teh rakyat yang baik, mulai dari cara membangun supplay chain, proses pengolahan teh yang baik dengan penerapan pada prinsip GMP (Good Manufacturing Practices), proses packing dan handling produk jadi, sampai dengan pemasaran produk. Semua materi tersebut tidak terlepas dari prinsip dan kriteria yang dipersyaratkan dalam Standar Sertifikasi Lestari.

Pelatihan ini merupakan respon atas diberikannya bantuan mesin pengolahan teh dari Kementerian Perindustrian pada tahun anggaran 2018 kepada Paguyuban Tani Lestari sebanyak 4 line unit yang tersebar di 4 kabupaten yaitu di Garut, Cianjur, Bandung Barat, dan Subang. Tahun sebelumnya Kementerian Perindustrian juga sudah menurunkan bantuan berupa pengolahan teh kepada Paguyuban Tani Lestari yang ada Kabupaten Pekalongan. Sehingga sampai saat ini dari semua unit pengolahan teh tersebut, Paguyuban Tani Lestari memiliki potensi sebanyak lebih dari 5 ton teh keringan per bulan untuk bisa dipasarkan memenuhi kebutuhan lokal teh keringan.

Masukkan petani teh pada produk hasil industri hilir, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani teh yang selama ini hanya mengandalkan penjualan pucuk teh dengan harga yang kurang kompetitif, karena ditentukan oleh pabrik pengolah lokal. Permasalahan lain yang dihadapi petani karena ketergantunganya terhadap pengolah lokal adalah termin pembayaran yang cukup panjang sehingga pemenuhan kebutuhan keluarga pun jadi terhambat. Oleh sebab itu, hadirnya unit pengolahan teh yang dikelola oleh Paguyuban Tani Lestari akan banyak memberikan manfaat kepada anggotanya dan dapat merubah masa depan petani teh rakyat yang tergabung dalam Paguyuban.