Bayam salah satu tanaman favorit bagi para petani untuk dibudidayakan. Hal ini karena, tanaman bayam memiliki masa panen yang cepat sehingga para petani bisa mendapatkan pemasukan yang cepat.
Kandungan bayam pun memiliki nutrisi yang tinggi. Jadi, tak heran kalau bayam menjadi favorit olahan di setiap rumah dan juga tempat makan. Dalam 100 gram daun bayam, kita bisa mendapatkan 39,9 protein, 358 mg kalsium, 2.4 mg besi, 0.8 mg seng, 18 mg vitamin A, 62 mg vitamin C
Syarat tumbuh
Tanaman bayam dapat tumbuh di dataran tinggi atau rendah dengan pH yang baik untuk pertumbuhan 6 sampai 7. Namun, bisa tumbuh lebih baik di dataran tinggi yang bersuhu rendah.
Keuntungan Bisnis Bayam
? Perawatan tanaman Bayam relatif mudah
? Kebutuhan pangan dan gizi keluarga tercukupi
? Menghemat biaya belanja konsumsi rutin bulanan
? Menambah penghasilan dari menjual Bayam yang tidak habis anda konsumsi
Langkah budidaya
- Pengolahan lahan
Lakukan penggemburan dengan cara mencangkul sampai kedalaman 30 atau 40 cm. Pastikan tidak ada gulma di area lahan. Setelah dicangkul, ratakan kembali, dan diamkan selama 1 hari. Lalu buat bedengan dengan lebar 120 cm dan buat parit antar bedengan 20 sampai 30 cm. Siram bedengan, 1 atau 2 minggu sebelum tanam lakukan pemupukan. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan jenis dan keadaan lahan. Setelah pupuk ditaburkan, aduk dan ratakan pupuk di atas bedengan. Kemudian biarkan selama 7-10 hari sebelum ditanami. - Persiapan bibit dan penanaman
Tebarkan benih bayam dengan rata di atas bedengan. Untuk menghindari jarak tanam yang terlalu rapat, campurkan benih bayam dengan dedak atau kompos dan campur dengan merata terlebih dahulu. Semprotkan insektisida dengan merata pada bedengan untuk menghindari gangguan hama dan semut. Penyemprotan dilakukan secepatnya setelah benih ditebarkan. - Perawatan
Penyiraman
Penyiraman dilakukan dua kali sehari di pagi dan sore atau disesuaikan dengan kondisi tanah. Pastikan tanah selalu lembab terlebih saat sebelum benih berkecambah.
Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang diayak terlebih dahulu. Penaburan pupuk susulan dilakukan pada sore hari saat daun kering agar pupuk tidak menempel di daun. Dapat juga menggunakan pupu urea dengan melarutkan segenggam pupuk urea dengan 20 liter air lalu disiramkan ke tanaman. Pemberian pupuk susulan dapat dilakukan seminggu sekali atau menyesuaikan kondisi tanah.
Pengendalian OPT
Hama yang biasa ditemui pada bayam cabut adalah oteng-oteng, ulat, belalang, ulat dan penggerek daun. Untuk mengendalikannya, Anda dapat menyemprotnya dengan insektisida seperti matafor, regent, santoat dan metindo. Sedangkan untuk penyakit yang biasa menyerang bayam adalah rebah semai. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan drainase yang baik, menjaga kebersihan areal pertanaman dan menjaga agar tanaman tidak selalu lembab. - Panen
Bayam dapat dipanen saat berumur 20-25 hari setelah benih ditabur. Cara pemanenan bayam cabut, sama seperti namanya itu dengan dicabut sampai ke akarnya. Bayam yang dipanen adalah yang tingginya 20 cm, sementara untuk yang masih kecil dibiarkan sampai mencapai tinggi minimum kemudian dipanen kembali. - Pasca panen
Daun bayam yang sudah dipanen perlu dibersihkan dengan air mengalir. Tujuannya untuk menghilangkan hama dan tanah yang masih menempel. Selain itu, lakukan juga pemotongan tangkai dan buang daun yang rusak. Untuk menjaga kesegaran sayuran daun ini, sebaiknya simpan bayam dengan cara celupkan akar ke dalam air atau disimpan di kulkas. Penyimpanan di dalam kulkas bisa menjaga kesegaran bayam 12 sampai 14 hari.
Analisa ekonomi
Dengan asumsi
Luas lahan : 1 ha
Dengan hasil panen mencapai 4000 ikat
|
A. Biaya Tetap |
|
|
|
|
|
Uraian |
Volume |
Satuan |
Harga |
Jumlah |
|
a. cangkul |
2 |
buah |
105000 |
210000 |
|
b. sprayer |
1 |
buah |
375000 |
375000 |
|
c. gembor |
1 |
buah |
25000 |
25000 |
|
d. sabit |
2 |
buah |
60000 |
120000 |
|
Total |
|
|
|
730000 |
|
|
|
|
|
|
|
B.Biaya variable |
|
|
|
|
|
Uraian |
Volume |
Satuan |
Harga |
Jumlah |
|
a. benih |
3 |
kemasan |
35000 |
105000 |
|
b. pupuk kandang |
1000 |
kg |
6000 |
6000000 |
|
c. urea |
15 |
kg |
2500 |
37500 |
|
d. phonska |
10 |
kg |
8000 |
80000 |
|
e. KCL |
5 |
kg |
10000 |
50000 |
|
f. Insektisida |
|
|
|
|
|
regent |
1 |
botol |
25000 |
25000 |
|
santoat |
1 |
botol |
25000 |
25000 |
|
metindo |
1 |
kemasan |
35000 |
35000 |
|
g. Panen dan Pasca Panen |
15 |
HOK |
60000 |
900000 |
|
Total |
|
|
|
7.257.500 |
|
Total modal |
|
|
|
7.987.500 |
|
C. Output |
|
|
|
|
|
Uraian |
Volume |
Satuan |
Harga |
Jumlah |
|
Hasil panen |
4000 |
ikat |
2500 |
10.000.000 |
|
D. keuntungan |
|
|
|
|
|
keuntungan 1x panen |
Rp. 2.012.500 |
|
|
|