Login

Mengenal Pupuk MKP (Mono Kalium Phospate) dan Cara Pembuatannya

Dipublikasikan pada 16 Februari 2024 12:45:47

How To

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa fase pertumbuhan tanaman dibagi menjadi 2 yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase generatif tanaman sangat membutuhkan unsur hara fosfor dan kalium untuk menunjang pertumbuhannya. Pupuk MKP merupakan pupuk yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman pada fase generatif mengandung unsur hara fosfor dan kalium yang tinggi. Akan tetapi harga pupuk MKP saat ini cukup mahal yang membuat biaya produksi juga bertambah. Solusinya yaitu dengan membuatnya sendiri secara organik, selain lebih murah pupuk MKP buatan sendiri ini juga lebih ramah lingkungan.

Prinsip dasar dari pembuatan pupuk MKP organik ini adalah menggunakan bahan dasar yang kaya akan kandungan fosfor dan kalium. Unsur hara fosfor banyak didapatkan dari cangkang telur, tepung tulang, bonggol pisang, dan serasah daun bambu. Sedangkan unsur hara kaliumnya bisa kita dapatkan dari kulit pisang, sabut kelapa, air kelapa, dan kulit buah lainnya. Cara membuatnya sangat mudah seperti berikut ini.

Cara pembuatan pupuk MKP organik

  1. Siapkan bahan dasar berupa sampah organik yang mengandung fosfor dan kalium yang tinggi. Sampah organik padat dipotong kecil-kecil agar lebih mudah terurai.

  2. Masukkan sampah organik tersebut kedalam ember atau wadah berwarna gelap.

  3. Tambahkan 3 liter air cucian beras dan 3 liter air kelapa kedalam wadah.

  4. Tambahkan EM4/ MOL (mikroorganisme lokal) sebanyak 20 ml, fungsinya sebagai bakteri pengurai yang membantu proses fermentasi.

  5. Masukkan 50 ml molase sebagai makanan untuk bakteri, molase bisa diganti dengan 3 sendok gula pasir atau gula merah

  6. Aduk semua bahan sampai merata

  7. Tutup wadah dengan rapat, pada tutup berikan lubang yang diberi selang supaya gas bisa keluar. Pada ujung selang satunya dimasukkan kedalam botol berisi air.

  8. Lakukan fermentasi selama 3 minggu, ciri pupuk sudah jadi yaitu baunya seperti fermentasi tape dan sampah organik sudah terurai.

Cara mengaplikasikan pupuk MKP organik

  1. Sebelum diaplikasikan larutan pupuk MKP (POC) disaring agar terpisah dari sampah organiknya. Sampah organik tersebut bisa dijadikan biang mikroba untuk pembuatan pupuk selanjutnya.

  2. Dosis yang digunakan yaitu 10 ml POC MKP dilarutkan kedalam 1 liter air

  3. Aplikasikan ke tanaman dengan cara disemprot pada bagian daun.

  4. Aplikasikan pada pagi/ sore hari saat stomata terbuka.

  5. Pupuk ini dapat diaplikasikan setiap 7-10 hari sekali.

Pupuk MKP organik ini dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman khususnya untuk fase pembungaan dan pembuahan. Di dalam pupuk ini juga mengandung banyak mikroorganisme yang baik untuk kesuburan tanah. Semoga informasi ini bermanfaat, selamat mencoba.