Login

Irigasi Tetes : Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Dipublikasikan pada 12 Februari 2024 14:25:21

How To

Musim kemarau yang berkepanjangan dan suhu yang sangat ekstrim, panas dan teriknya sinar matahari membuat tanaman baik di pot ataupun dilahan mudah cepat layu bahkan mati. Apalagi jika  kondisi tanah agak berpasir dimana tidak mampu menahan air lebih lama, selain perlunya  media tanaman yang porositas baik dalam menahan air perlu dipikirkan juga sistem pengairan yang mampu memberikan air  secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama sedikit demi sedikit.

Irigasi tetes adalah sistem irigasi yang hemat air dan cocok untuk dikembangkan terutama di musim kemarau dan di daerah kering atau daerah sulit air, dan sesuai untuk pertanian di lahan sempit di perkotaan maupun dipedesaan. Sistem irigasi tetes mempunyai cara pengontrolan yang baik sejak air dialirkan sampai diserap tanaman. Pada sistem irigasi tetes pengairan bisa disesuaikan dengan kebutuhan air setiap jenis tanaman yang berbeda-beda tergantung pada fase pertumbuhan dan jenis tanamannya. Sistem irigasi tetes mempunyai cara pengontrolan yang baik sejak air dialirkan sampai diserap tanaman. Di samping itu sistem irigasi tetes mengurangi proses penguapan (evaporasi), di mana nutrisi dapat langsung diberikan ke tanaman melalui irigasi.

Kelebihan irigasi tetes

  1. Tingkat Efisiensi Yang Tinggi

    Irigasi tetes lebih efisien dibandingkan sistem irigasi lainnya. Air disalurkan dengan kecepatan yang tepat, hanya di daerah perakaran tanaman, sehingga mengurangi pemborosan air akibat penguapan dan limpasan permukaan.

  2. Kontrol Yang Akurat

    Dengan irigasi tetes, Anda dapat mengontrol jumlah air yang diberikan kepada setiap tanaman dengan sangat akurat

  3. Pengendalian Gulma Yang Lebih Baik

    Kondisi tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan timbulnya hama penyakit tanaman dan pertumbuhan gulma. Irigasi tetes hanya membasahi daerah perakaran tanaman, sehingga dapat mengurangi masalah ini.

  4. Penghematan Energi

    Hal ini karena irigasi tetes tidak melibatkan pompa air besar atau gerakan mekanis yang memerlukan banyak daya.

  5. Pemberian Pupuk dan Pestisida yang Efisien
    Pemberian pupuk dan pestisida dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian air irigasi, sehingga lebih efektif dan efisien.

Kekurangan irigasi tetes

  1. Potensi Penyumbatan

    Sistem irigasi tetes rentan terhadap penyumbatan akibat faktor fisik, kimia, dan biologi, yang dapat mengurangi efisiensi dan kinerjanya.

  2. Penumpukan Garam

    Garam bisa menumpuk di daerah yang tidak terbasahi, mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Cara pembuatan

  1. Pengukuran dan pemilihan bahan

    Ukur jarak antara tanaman dan perhitungkan panjang selang tetes yang dibutuhkan. Pilih selang tetes yang berkualitas tinggi dan tahan terhadap tekanan air serta sinar UV. Anda juga memerlukan komponen seperti pipa utama, slang penyambung, katup, filter, dan alat pengatur aliran.

  2. Pemasangan pipa utama

    Pasang pipa utama yang menghubungkan sumber air (tangki atau keran) ke area tanaman. Pastikan pipa terpasang dengan kuat dan memiliki diameter yang sesuai dengan jumlah air yang akan dialirkan.

  3. Pemasangan komponen

    Tempatkan selang tetes di sepanjang area tanaman dan pastikan selang tetes diletakkan dengan jarak yang konsisten untuk memastikan distribusi air yang merata. Jika memungkinkan, gunakan penyangga seperti tiang atau kawat untuk menjaga selang tetes tetap di tempat. Kemudian pasang katup pengatur aliran dan filter pada pipa utama. Filter akan membantu mencegah tersumbatnya selang tetes oleh partikel-partikel kecil yang dapat mengganggu aliran air.

  4. Pemeliharaan

    Periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada penyumbatan pada selang tetes atau emitter. Bersihkan filter jika perlu

Irigasi tetes menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk menyiram tanaman dengan penggunaan air yang hemat. Dengan penerapan yang tepat, kita dapat menjaga ketersediaan air, mencegah pemborosan, dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. (bgs)