Login

Mengenal BIOTRON, Pengganti Asam Humat untuk Kesuburan Tanah dan Tanaman

Dipublikasikan pada 22 Januari 2024 00:00:00

How To

Salah satu faktor terpenting dalam menunjang pertanian adalah tanah, tanah yang subur dapat meningkatkan produktivitas budidaya pertanian. Cara untuk membuat tanah menjadi subur yaitu melalui pemupukan, proses pemupukan ini juga harus dilakukan dengan benar agar hasilnya maksimal. Seringkali petani memberikan pupuk pada lahan hanya ditebar begitu saja di lapisan paling atas tanpa adanya selimut/ ditutup kembali. Hal ini akan merugikan petani karena pada dasarnya pupuk yang disebar jika tidak ditutup maka saat terkena panas matahari akan menguap. Seiring berkembangnya jaman dan teknologi terciptalah biotron yang merupakan selimut bagi tanah saat proses pemupukan. Biotron mengandung biochar (arang) dan nutrisi organik lainnya yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman.

Biochar merupakan suatu biomasa yang sudah melalui proses pirolisis (proses pembakaran tanpa oksigen) sehingga akan membentuk karbon. Akan tetapi sebelum diaplikasikan biochar harus diaktivasi terlebih dahulu agar asam organik yang terkandung tidak beracun. Setelah diaktivasi barulah menjadi biotron yang siap untuk diaplikasikan ke tanaman. Biotron mengandung 70-80 % karbon yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

Manfaat biotron

1.     Sebagai bahan alternatif pengganti asam humat

2.     Mencegah penguapan nutrisi pada pupuk yang diaplikasikan ke lahan

3.     Mengurangi cemaran CO2 di udara sehingga mengurangi penipisan lapisan ozone

4.     Menambah nutrisi pada tanah dan tanaman

5.     Menekan pertumbuhan patogen dan penyakit dalam tanah

6.     Meningkatkan aktivitas mikroba dalam tanah

7.     Mengurangi terjadinya transpirasi (pada tanaman) dan evaporasi (pada tanah)

8.     Menyuplai oksigen pada tanah dan tanaman

9.     Meningkatkan daya ikat/ daya simpan unsur hara pada tanah

10.   Meningkatkan daya ikan air didalam tanah

Melihat banyaknya manfaat dari pengaplikasian biotron ini menjadi sangat menarik untuk kita pelajari bersama bagaimana sih cara pembuatan dan pengaplikasiannya. Cara membuat botron sangat mudah sekali dan bahan-bahannya pun sangat mudah didapatkan.

Cara membuat biotron

  1. Siapkan bahan dasar untuk membuat arang bisa menggunakan sekam, tongkol jagung, kayu, tempurung kelapa, dan lain sebagainya.

  2. Lakukan proses pirolisis pada bahan dasar tersebut hingga menjadi senyawa karbon atau akar, disebut juga dengan biochar.

  3. Giling arang yang sudah jadi bisa juga dengan cara ditumbuk, kemudian saring menggunakan ayakan agar arang menjadi seperti tepung

  4. Sipakan 1 kg kapur dolomit dan larutkan dalam 100 liter air lalu direbus hingga mendidih. Setelah mendidih kemudian biarkan kapur mengendap dibawah dan suhunya sudah dingin. Ambil air rendaman dolomit dan pisahkan dari endapannya.

  5. Masukkan 100 kg arang/ biochar yang sudah halus tadi kedalam larutan dolomit tadi, kemudian diamkan selama 2 X 24 jam.
  6. Setelah didiamkan selama 2 hari ambil endapan arang

  7. Cuci endapan arang dengan air bersih sebanyak 2 kali akar zat beracunnya hilang kemudian jemur hingga kering

  8. Setelah kering rendam kembali arang kedalam katalis. Katalis yang digunakan yaitu garam (Nacl), rendam selama 2 jam.

  9. Kemudian ambil endapan dan cuci dengan air bersih agar kandungan garamya hilang.

  10. Tambahkan POC (pupuk organik cair) secukupnya kedalam arang tersebut dan tunggu saja hingga kering.

  11. Biotron sudah selesai diaktivasi dan siap untuk digunakan.

Cara mengaplikasikan biotron

  1. Untuk tanaman hortikultura aplikasikan biotron sebanyak 30 gram per lubang tanam, bisa dengan cara ditabur bersaaman dengan pupuk organik atau dikocor bersama POC.

  2. Untuk tanaman pangan bisa dicampurkan dengan pupuk yang biasa kita aplikasikan. Perbandingan antara biotron dengan pupuk sekitar 1 : 10.

Sangat mudah bukan, membuat biotron dan juga cara pengaplikasiannya. Biotron ini banyak sekali manfaatnya sehingga sangat cocok sekali untuk diaplikasikan di lahan pertanian.