Login

Tanam Kopi Sendiri Yuk!

Dipublikasikan pada 08 Nopember 2018 19:26:49

Berita & Artikel

Tanam Kopi  Sendiri Yuk!

Pamor kopi akhir-akhir ini semakin naik. Bahkan di kota-kota kecil di Indonesia, kedai kopi dan kreasi minuman kopi mulai bermunculan. Melihat perkembangan pasar ini, menanam kopi mungkin bisa jadi bisnis yang menjanjikan.

Yang pertama kali harus diperhatikan dalam menanam kopi adalah memilih varietas kopi yang sesuai dengan iklim daerah yang akan ditanami. Selain itu, meskipun sudah ditanam di daerah dingin, kopi tetap memerlukan cukup naungan.

Mulai dari biji

  1. Pilih buah kopi (coffee cherry) yang benar-benar matang. Buah kopi yang matang berwarna merah tua
  2. Kupas daging buah kopi dengan tangan
  3. Rendam biji dengan air panas selama 1 malam untuk merangsang tumbuhnya tunas.

Semai biji

  1. Buat bedengan persemaian dengan panjang 5 meter dan lebar 1 meter
  2. Siapkan media tanam setebal 10 cm, dengan perbandingan tanah : pasir : pupuk kandang adalah 3 : 2 : 1.
  3. Buat beberapa larikan dengan jarak masing-masing 10 cm dan dalam antara 3 – 4 cm
  4. Tabur biji kopi dengan jarak 5 cm lalu tutup dengan tanah sekitar 1 -2 cm. Tanah tidak perlu dipadatkan.
  5. Selama penyemaian, lindungi calon bibit dari panas matahari.
  6. Jika perlu, sirami setiap hari untuk memastikan tanah cukup basah, termasuk sebelum penyemaian
  7. Biji yang baik biasanya mulai bertunas sekitar umur 2 bulan

Pindahkan kecambah ke wadah yang lebih besar

  1. Setelah sepasang daun membuka (kurang lebih umur 8 – 10 minggu) dan batang sehat, pindahkan bibit ke polybag
  2. Pindahkan kecambah sebelum jam 09.00 Wib atau sore hari setelah jam 15.00 WIB
  3. Lakukan penyiraman dan pemupukan sesuai kondisi kelembaban dan usia benih
  4. Lakukan pengendalian hama dan penyiangan secara manual
  5. Benih biasanya siap dipindahkan ke tanah/kebun pada usia 9 bulan. Jika tidak ingin menanam kopi dari biji dan menunggu hingga 9 bulan, bisa membeli bibit kopi bersertifikat dari sumber yang legal.

Persiapan lahan / kebun kopi

  1. Kopi tidak menyukai lingkungan yang terlalu panas tapi juga tidak terlalu lembab, sehingga diperlukan pohon naungan yang tingginya kurang lebih 3 meter dan mudah diatur.. Jika belum ada pohon naungan di lahan/kebun kopi, tanam pohon satu tahun sebelum menanam kopi.
  2. Bersihkan lahan / kebun dari semak dan perdu yang mengganggu, terutama di area sekitar lubang tanam
  3. Jika kopi akan ditanam pada lahan miring, buat teras mengikuti kontur tanah
  4. Buat lubang tanam ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm 6 bulan sebelum penanaman, dengan penampang lubang 30 cm. Jarak tanam umumnya 2,5 m x 2,5 m atau menyesuaikan dengan kemiringan tanah, varietas, dan kerapatan pohon naungan
  5. Jika sudah ada pohon di calon titik tanam, lewati. Siapkan lubang tanam di titik berikutnya
  6. Tiga bulan sebelum penanaman, masukkan 3 kg pupuk kandang/kompos ke dalam setiap lubang tanam
  7. Pasang acir (tanda lubang tanam) di tengah lubang tanam tersebut

Pindahkan bibit ke tanah / kebun

  1. Pindah bibit ke tanah / kebun jika sudah memiliki 6 – 8 pasang daun sejati dan sepasang cabang primer
  2. Lakukan penanaman pada awal musim hujan.
  3. Lepaskan acir, padatkan lubang tanam, kemudian cangkul sedalam 30 cm
  4. Buka dan buang polybag supaya tidak mengganggu pertumbuhan bibit
  5. Tanam benih, kemudian timbun lubang tanam dengan tanah hasil galian tadi. Timbunan tanah dibuat menggunduk agar air hujan tidak menggenang di bekas lubang
  6. Pasang acir kembali
  7. Buat rorak untuk menimbun kompos, pangkasan ranting, dan sebagainya. Ukuran ideal rorak adalah 120 cm x 40 cm x 40 cm dengan jarak 40 – 60 cm dari batang pokok. Namun jika lahan miring dan terbatas, lokasi dan ukuran rorak dapat disesuaikan

Perawatan utama

  1. Lakukan pemupukan dengan prinsip tepat waktu, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat cara.
  • Letakkan pupuk sekitar 30 – 40 cm dari batang pokok, lalu tutup dengan tanah.
  • Usahakan tambahkan pupuk organik untuk membantu tanah menjadi lebih subur
  • Lakukan pemupukan pada awal dan akhir musim hujan, serta setelah pemangkasan dan penyiangan
  1. Lakukan pemangkasan pohon kopi secara berkala.
  • Ada dua jenis pemangkasan, yaitu pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan bentuk
  • Pemangkasan pemeliharaan bertujuan mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang diperoleh dari pangkasan bentuk dengan cara menghilangkan cabang-cabang tidak produktif, seperti cabang balik, cabang liar, cabang terserang penyakit, dan tunas air
  • Pemangkasan bentuk bertujuan membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang sehingga mendukung pembuahan dan tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi. Tinggi ideal pohon pangkasan 1,5 – 1,8 meter
  1. Pengendalian hama dan penyakit
  • Pengendalian hama dan penyakit pada kopi harus menerapkan prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT)
  • Penggunaan biji/bibit unggul, pemangkasan rutin, pengelolaan naungan, dan pengendalian hama secara mekanis (tanpa bahan kimia) adalah bagian penting PHT untuk menekan hama penyakit dan mengurangi penggunaan bahan kimia

 

 

Pemanenan

  1. Pohon kopi baru mulai berbuah pada usia sekitar 3 – 4 tahun dan akan tetap produktif selama 15 tahun dengan perawatan yang baik.
  2. Kualitas kopi terbaik adalah pada buah kopi yang sudah masak. Buah masak berwarna merah tua, memiliki daging lunak, berlendir, dan terasa manis bila dikecap
  3. Petik buah menggunakan tangan
  4. Segera olah buah setelah dipanen. Menunda waktu pengolahan bisa menurunkan mutu secara drastis


    Ditulis oleh tim penulis Tani Link