Login

Wajib Lakukan Hal-Hal Berikut Supaya Singkong Tetap Aman Dimakan

Dipublikasikan pada 22 Mei 2023 11:18:41

Food & Health

Makan makanan bergizi adalah salah satu kunci hidup sehat dan berkualitas. Namun beberapa makanan kita anggap bergizi ternyata bisa menjadi racun untuk tubuh kita. Ada banyak alasan kenapa makanan-makanan tersebut menjadi berbahaya untuk kita konsumsi, namun yang paling sering adalah karena alergi atau makanan tidak dimasak dengan benar. Reaksi yang ditunjukkan tubuh kita pun bermacam – macam, mulai dari mual, sakit perut, pusing, hingga susah bernafas.

Salah satu makanan bergizi yang bisa berbahaya jika tidak diolah dengan benar adalah singkong. Singkong merupakan sumber karbohidrat yang tidak kalah bergizi dibanding nasi. Singkong mengandung kalium dalam jumlah tinggi. Kalium – bersama natrium – membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Selain itu, karena indeks glikemiknya rendah, singkong kerap disarankan untuk penderita diabetes sebagai pengganti nasi. Indeks glikemik rendah berarti singkong tidak menaikkan gula darah secepat nasi atau kentang. Kandungan serat tak larut pada singkong juga lebih tinggi daripada nasi putih.

Namun hati-hati, singkong mentah mengandung sianida yang beracun untuk manusia. Senyawa ini paling banyak ditemukan pada kulitnya. Selain mengandung sianida alamni, singkong juga terbukti menyerap polutan dari tempatnya ditanam, baik unsur logam,, pestisida, ataupun herbisida.

Supaya tetap bisa konsumsi singkong dengan aman, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Pertama, pastikan singkong yang akan kamu konsumsi tidak memiliki kandungan sianida terlalu tinggi. Pada dasarnya, semua singkong mengandung sianida, tetapi ada beberapa varietas yang sangat beracun.

Singkong beracun memiliki umbi berwarna ungu atau kebiruan. Warna biru terlihat setelah singkong dikupas atau direndam dalam air selama 3 jam. Kalau kamu tidak mengolah sendiri, singkong beracun hanya bisa dikenali dari rasanya yang pahit.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah pengolahannya. Sianida dapat berkurang selama proses pengolahannya benar. Sianida memiliki sifat larut air dan mudah rusak karena panas. Jadi proses pengupasan dan perendaman sangat membantu mengurangi kandungan sianida pada singkong. Setelah itu, singkong perlu diproses menggunakan panas, baik dengan mengukus, merebus, menggoreng, atau lainnya untuk makin menghilangkan sianida di dalamnya.

Jadi, selama proses pengolahannya benar, singkong aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. (ssi)