Indonesia sangat beruntung berada di garis khatulistiwa. Berbagai macam pohon buah bisa tumbuh di sini. Namun ternyata, ada beberapa buah yang sekarang mulai sulit ditemukan, baik karena tidak dibudidayakan atau karena lingkungannya rusak.
- Buah lobi-lobi
Buah ini tumbuh di kawasan beriklim tropis, khususnya di Asia. Selain di Indonesia, buah ini juga ditemukan di Filipina, Thailand, dan India.
Pohonnya bisa tumbuh hingga 10 meter. Buahnya bergerombol, dengan diameter sekitar 2 cm. Warna buahnya merah tua seperti ceri, namun rasanya cenderung masam. Buah lobi-lobi dapat dimakan mentah atau dalam bentuk olahan. Buah lobi-lobi dapat diolah menjadi selai, sirup, permen, atau asinan. -
Buah kemayau
Buah yang mirip anggur atau jamblang ini memiliki rasa seperti mentega. Uniknya, buah ini harus direndam air panas dulu sekitar 3 menit sebelum dimakan. Daging buah segar memiliki tekstur keras. Buah yang telah direndam harus segera dikupas dan dimakan supaya rasanya gurih. Kalau dibiarkan terlalu lama, rasanya akan masam.
Di Indonesia, buah ini disebut sebagai buah khas daerah Kalimantan, meski saat ini makin sulit untuk ditemukan. Pohonnya biasanya tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Maraknya pembalakan liar menyebabkan keberadaan pohon kemayau makin berkurang. Selain kemayau, buah ini juga dikenal sebagai keram, kumbayau, atau bulam.
-
Buah manau
Memiliki penampilan mirip salak, buah ini sebenarnya adalah buah dari pohon rotan. Pohon rotan tumbuh di area hutan hujan atau gambut, seperti Kepulauan Belitung, Kalimantan, Sumatera, Thailand, hingga Semenanjung Malaya.
Buah manau biasanya memiliki rasa asam dan sepat. Buahnya mungil dengan diameter hanya sekitar 3 cm, namun manfaatnya besar. Buah manau kaya akan zat besi dan antioksidan untuk membantu menjaga tubuh melawan penyakit. -
Buah kapul
Buah kapul memiliki dinding buah yang tebal, seperti manggis. Bedanya, kulit buah kapul berwarna coklat seperti sawo atau duku. Perbedaan lainnya adalah kapul tidak memiliki “kelopak” pada bagian luar buah. Sementara untuk rasanya, buah kapul cenderung asam. Dagingnya buahnya biasanya berwarna putih dan lebih keras daripada manggis.
Di Indonesia, buah kapul dikenal di daerah Sumatera, Bangka, dan Kalimantan, dengan nama yang sangat beragam, antara lain tampui, pegak, medang, atu puak. Sebagian penduduk Malaysia, khususnya di Kelantan, mengenal buah ini dengan sebutan ngeke atau rambai. -
Buah gandaria
Tanaman yang juga disebut jatake ini merupakan flora identitas Provinsi Jawa Barat, namun sebenarnya tumbuh di berbagai negara tropis, dari Indonesia hingga Malaysia, Laos, dan Thailand. Di Jawa Barat, tanaman ini tidak lagi banyak terlihat, namun buah gandaria masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kalimantan, meski jumlahnya juga semakin berkurang. Di Kalimantan, buah ini disebut ramania.
Pohon gandaria hanya berbuah pada waktu-waktu tertentu. Di Jawa Barat, musim berbunga biasanya terjadi mulai bulan September – Desember, dan buah masak sekitar 3 hingga 4 bulan berikutnya. Di Maluku, gandaria biasanya dipanen sekitar bulan Maret – April.
Selain buah-buah di atas, ada juga buah-buah langka lainnya yang sering kita dengar namanya, tanpa tahu kalau itu sebenarnya adalah nama buah, seperti kemang, pakel, dan menteng. Ada yang pernah kamu coba? (vno)