Login

7 Gulma yang Dapat Dikonsumsi Sebagai Obat dan Sayuran

Dipublikasikan pada 23 Nopember 2022 16:28:49

Food & Health

Kehadiran gulma di sekitar tanaman Anda dapat membuat frustasi karena mengganggu, perkembangan tanaman, namun ternyata ada gulma yang dapat dikonsumsi. Tidak hanya sebagai pengganjal perut, khasiatnya bisa Anda rasakan untuk menangani beberapa masalah kesehatan.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua jenis tanaman liar bisa Anda konsumsi. Dari banyaknya gulma ini, hanya beberapa saja yang bisa dimakan dan bermanfaat untuk tubuh.

Jenis Gulma yang dapat Dikonsumsi Beserta Khasiatnya

Di bawah ini kami sajikan beberapa jenis tumbuhan liar untuk Anda makan sebagai pengganjal perut dan obat:

1. Bayam Duri

Amaranthus spinosis lebih banyak dikenal sebagai bayam duri di Indonesia dan jarang dikonsumsi. Jarangnya masyarakat mengonsumsi karena tekstur daunnya sangat keras tidak seperti bayam lainnya.

Meskipun di lahan sawah atau ladang sering dianggap pengganggu, tanaman ini termasuk gulma yang dapat dikonsumsi dan memiliki manfaat sebagai obat.

Beberapa khasiatnya adalah untuk pengobatan wasir, bisul, gusi berdarah dan bengkak, meringankan demam, hingga melancarkan ASI (Air Susu Ibu).

2. Rumput Mutiara

Nama lainnya antara lain lidah ular, rumput siku-siku dan katepan. Tumbuhan gulma yang dapat dikonsumsi tersebut biasanya tumbuh pada lepisan semen dan reakan beton.

Kandungan senyawa aktif berupa asam uleanolat dan ursolat di dalamnya sudah terbukti mampu menghentikan proses pembelahan dari sel kanker. Selain itu, ia juga bisa membantu penyembuhan bronkitis, gondongan, hepatitis, radang usus buntu., dan lain-lain.

3. Ilalang

Rumput ilalang juga dikenal sebagai lalang dan rumput alang-alang ini merupakan rumput liar yang sering tumbuh di padang liar. Bagian akar tumbuhan ilalang berua rimpang atau akarnya dapat Anda manfaatkan sebagai obat.

Manfaatnya antara lain untuk meredakan sariawan, panas dalam, mengatasi mimisan, kencing darah, hingga mengobati demam. Selain itu bagian air dari akar bisa Anda minum jika tidak ada air.

4. Rumput Teki

Rumput teki sering tumbuh pada kawasan lahan budidaya. Meskipun mengganggu tapi rumput tersebut merupakan gulma yang dapat dikonsumsi sebagai obat.

Beberapa manfaatnya adalah untuk pengobatan kencing batu, melancarkan BAB, menurunkan demam, memperlancar ASI, mengobati berbagai penyakit kulit, membantu agar siklus menstruasi lancar, serta mengobati keputihan.

5. Sintrong

Daun dan bunga dari gulma ini mirip dengan bunga dandelion. Nama lainnya adalah jonggolang, junggul, sembung gilang, salentrong, serta jalentrong.

Jika dikonsumsi sebagai sayuran, Anda dapat menjadikannya sebagai lalap ataupun mengolahnya menjadi pecel dan urap. Selain enak, khasiatnya juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kulit.

6. Anting-Anting

Nama lain dari anting-anting adalah acalypha australis linn dan sering tumbuh pada tanah lembab, selokan, ataupun tepian jalan. Tanamannya berbentuk perdu, sedangkan bunganya seperti mutiara berwarna hijau.

Khasiatnya adalah sebagai obat herbal untuk menghentikan mimisan, mengatasi pendarahan di luka, mengatasi radang, batuk berdarah, mengobati gatal, serta diare.

7. Kitolod

Tumbuhan kitolod mudah ditemukan pada tanah lembab serta dekat perairan. Ciri tumbuhan ini adalah bunganya mungil dan berwarna putih, serta daunnya bergerigi.

Kitolod memiliki sifat sebagai antiinflamasi, hemostatik, analgesik, serta antikanker. Sifat tersebut ada karena kandungan zat alkaloid pada tumbuhan ini seperti lobelamin, lobelin, flovonoid, isotomin, polifenol, serta saponin.

Khasiatnya adalah untuk mengobati sakit pada mata, menyembuhkan luka, sakit gigi, radang tenggorokan, serta asma.

Meskipun bisa dikonsumsi, Anda harus berhati-hati mengolah kitolod. Hal ini karena adanya kandungan racun berdosis rendah pada bagian getahnya.

Ketika menemukan gulma yang dapat dikonsumsi seperti daftar di atas, Anda bisa memanfaatkannya sebagai obat atau makanan sehingga gulma tersebut tetap bermanfaat.