Ikan Nila merupakan jenis ikan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, salah satu cara budidayanya adalah ternak nila sistem bioflok. Sistem ini menggabungkan unsur teknologi di dalamnya sehingga memberikan banyak keuntungan bagi peternak.
Kami berkesempatan menemui seorang peternak ikan nila di Cijambe, Kabupaten Subang, yaitu Pak Dian. Selain berprofesi sebagai peternak sukses, Pak Dian juga seorang bankir senior di sebuah bank syariah swasta.
Pak Dian merupakan salah satu peternak sukses membudidayakan ikan nila dengan system bioflok dan sudah memiliki usaha dengan nama Pandawa Farm dan Fisheries. Apa saja keunggulan system bioflok sehingga sangat menguntungkan, mari simak ulasan berikut.
6 Keunggulan Budidaya Nila Sistem Bioflok
Sistem bioflok yang kami bicarakan di sini merupakan sebuah sistem atau teknik budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan pasokan oksigen bakteri baik. Pasokan oksigen bakteri baik ini akan membantu menghadirkan zat makanan sehingga pertumbuhan ikan optimal.
Hanya dengan bermodal kolam berukuran 2x2 meter sebagai awal, Pak Dian mampu mengembangkan usahanya sehingga memiliki 61 kolam dengan diameter rata-rata 4 hingga 7 meter. Pak Dian mengakui bahwa ternak nila sistem bioflok yang digunakannya memiliki banyak keunggulan, yaitu:
- Penggunaan Teknologi Modern
Keunggulan pertama yang dihadirkan oleh sistem bioflok ini adalah mengawinkan teknik budidaya alami dan teknologi. Dalam hal ini, setiap kolam dibuat akan memiliki selang-selang untuk mengalirkan oksigen bakteri baik ke dalam kolam.
elang-selang ini akan digerakkan menggunakan tenaga listrik sehingga berjalan otomatis tanpa perlu dikerjakan manual. Namun, untuk beberapa pekerjaan masih menggunakan manual atau dikerjakan manusia. - Ramah Lingkungan
Ternak nila sistem bioflok juga merupakan teknik budidaya yang ramah lingkungan. Sebab tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan lokasi maupun sekitarnya. Teknik ini tidak merusak lingkungan serta tidak menimbulkan polusi. - Irit Pakan dan Bersih
Keunggulan lainnya adalah irit pakan, karena bakteri baik yang dialirkan dapat menjadi pakan tambahan bagi ikan di dalam kolam. Adanya bakteri ini juga akan membantu penguraian sisa makanan serta feses dan menjadikannya sebagai makanan tambahan.
Dengan ini, ikan-ikan akan bisa tumbuh lebih cepat tanpa perlu adanya tambahan pakan. Dalam waktu 3,5 bulan sudah bisa panen dengan ukuran 3-4 per kilogram.
Selain itu, bakteri baik dalam air juga bantu kolam tetap bersih sehingga tidak perlu melakukan penggantian air mulai dari semai bibit hingga panen. - Hemat Air
Karena adanya bakteri baik yang bantu membersihkan kolam, budidaya ternak nila sistem bioflok ini akan menjaga air tetap bersih sehingga tidak perlu mengganti air karena ekosistemnya tetap baik bagi ikan.
Penggantian air hanya dilakukan apabila ekosistem dalam kolam terganggu dan menghambat pertumbuhan ikan. Misalnya, ditemukan adanya ikan mati sehingga harus dikuras dan diganti dengan air baru. - Hemat Tempat
Keunggulan lainnya adalah hemat tempat, karena hanya dibutuhkan kolam-kolam dengan diameter 4-7 meter dan dapat diletakkan berdekatan. Pak Dian memulai dengan kolam seukuran 2x2 meter yang dibangun di atas area bekas sawah.
Kemudian, menambahkan kolam-kolam lain dengan ukuran diameter 4-5 meter, lalu ada juga berdiameter 7 meter untuk memberdayakan ruang tersisa. Sekarang sudah ada 61 kolam di Pandawa Farm and Fisheries. - Hasilnya Menguntungkan
Ternak nila sistem bioflok juga sangat menguntungkan sebab ikan-ikan dapat tumbuh optimal dan hemat biaya perawatannya. Untuk satu kolam berukuran diameter 4 meter dapat dihuni oleh 1000 bibit.
Menurut Pak Dian, 1000 bibit untuk satu kolam merupakan formula paling tepat karena pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal. Dalam satu kolam saat panen dapat menghasilkan sekitar Rp2 juta.
Kesimpulannya, teknik budidaya sistem bioflok ini memang memberikan banyak keuntungan, baik dalam penghematan tempat, air, serta pakan. Selain itu, ternak nila sistem bioflok juga mudah diaplikasikan dan biaya penerapannya juga tidak terlalu mahal.