Budidaya buah apel di Nongkojajar sudah ada sejak tahun 1800. Dimana, sebelum ke kawasan ini pertama kali di budidaya di kawasan Batu. Pertumbuhannya sangat meyakinkan tidak heran banyak peminatnya.
Sejarah mencatat, buah ini di bawa ke Nongkojajar sejak tahun 1900. Menariknya, pertumbuhannya bagus hingga akhirnya diteruskan sampai sekarang. Jumlah para petani sendiri cukup banyak, sehingga menjadi sentra kawasan wisata.
Menurut sumber dari Tanilink Tv, tanaman ini sekarang mencapai ratusan sampai ribuan. Cita rasanya tidak berubah dan selalu nikmat untuk disantap. Daya tahannya luar biasa, bisa bertahan 14 hari.
Bahkan dalam kondisi packing tetap tahan dan tidak membuatnya menjadi busuk. Semua itu, disebabkan proses perawatannya sangat bagus, bukan asal atau sembarangan begitu saja. Tetapi ada ilmunya
Perawatan dari Budidaya Buah Apel
Tanaman ini sendiri memerlukan waktu sekitar 7 tahun untuk bisa memanennya. Oleh karena itu, membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar hasilnya maksimal dan saat panen bisa melimpah.
Pada tahap awal ini merupakan poin paling penting untuk diperhatikan. Karena, kegagalan dalam proses menanamnya membuat kualitasnya akan menurun ketika mereka memasuki usia 20 tahun keatas.
Budidaya buah apel ini sendiri di mulai dari penyemprotan terlebih dulu. Biasanya memakai fungisida dan insektisida, harus diakui jumlah hama cukup banyak, dapat menyerang kapan saja, maka, perlu diperhatikan benar.
Diantara semua itu hama yang paling mengancam tanaman ini adalah kutu, yang biasanya ada di dalam pohon. Dampak paling buruk dapat terjadi seperti buahnya rusak, pecah, bau busuk sampai kematian.
Maka dar itu, para petani harus rajin memberikan vitamin terutama di musim penghujan. Pertumbuhan jamur pada musim ini sangat besar, kondisi lembab akan mempengaruhi sedikit atau banyaknya buah.
Selain semprot, biasa para petani di Nongkojajar juga memberikan pupuk sebagai asupan nutrisi. Khusus musim kemarau, mereka pasti akan memberikan jenis kandang. Hal ini sebagai upaya menjaga kestabilan air.
Budidaya buah apel pada musim ini akan terhalang jika kandungan airnya berkurang. Solusi menggunakan pupuk kandang adalah yang terbaik. Dengan begini pertumbuhan buahnya akan meningkat pesat sampai 20 ton.
Sementara itu, di musim penghujan penggunaan pupuk berbeda menggunakan npk, zopat, dan mutiara. Hal ini demi memberikan nutrisi berlebih agar mampu melawan hama, kuman, serta bakteri yang datang.
Biaya Keseluruhan Pemeliharaan Tanaman Apel
Dalam satu tahun, para petani membutuhkan setidaknya 2 ton pupuk kimia. Sebagai upaya melakukan perlindungan terbaik. Selain itu, hama lain yang juga mengancam adalah kelelawar terutama di malam.
Tidak heran bila disini ada penambahan jaring sebagai upaya perlindungan. Untuk biaya keseluruhan total dari pembibitan awal bisa mencapai ratusan juta. Hanya saja kalau sudah tumbuh rasanya akan mudah kembali.
Pada musim kemarau kemarin saja, pencapaiannya hingga 20 ton. Anda menempuh harga Rp10 ribu maka sudah bisa dihitung bukan, berapa keuntungannya? Apalagi kalau sampai naik drastis di Rp15 ribu.
Walau begitu budidaya buah apel ini juga mengalami penyusutan dimana harga dapat anjlok menuju Rp7 ribu. Menariknya, di Nongkojajar ini tidak hanya punya satu varietas saja. Jumlahnya ada tiga.
Dimana, masa pertumbuhannya paling cepat 4,5 bulan dan lama adalah 6 bulan. Jadi, hampir setiap tahun dapat panen. Inilah yang menyebabkan seluruh petani mampu menikmati keuntungan cukup melimpah.
Walaupun, untuk mendapatkannya sangat sulit. Karena, ada beberapa orang menginginkan warna buah sempurna. Kalau masih ada semburat coklat, mereka tidak mau menerimanya. Apalagi, cita rasanya enak.
Tanaman ini sendiri paling suka di ketinggian, setidaknya 1500 mdpl, sehingga pertumbuhannya lebih baik. Budidaya buah apel memang susah gampang, tinggal bagaimana teknik perawatannya agar tidak mati.