Masih banyak yang belum mengetahui budidaya lemon California. Padahal proses budidayanya tidak lebih sulit dibandingkan tanaman lain. Selain mudah, panen yang dihasilkan lumayan besar. Jadi, bisa dikatakan bahwa budidaya tanaman ini sangat menjanjikan.
Dari tanah seluas 3 hektar, bisa menghasilkan lemon California 4 hingga 5 ton setiap bulannya. Mengutip dari YouTube Tanilink TV, salah satu petani lemon yang sudah berhasil membuktikannya adalah H. Prayit, berasal dari Nongko Jajar, Pasuruan.
Kemudahan Budidaya Lemon California dan Perawatannya
H. Prayit sudah 6 tahun lamanya menjalankan budidaya lemon California ini. Tanaman sudah bisa dipanen setelah menginjak usia 1,5 tahun. Setelah itu, setiap bulannya bisa panen 1 hingga 2 kali, tergantung dari kondisi buah.
Buah siap dipanen bila warnanya sudah agak kuning. Buah berwarna seperti ini lebih tahan lama dan tidak mudah busuk. Untuk kisaran ukuran jumlah panennya dalam satu bulan bisa mencapai 4 hingga 5 ton.
Ada dua kemungkinan musim yang dialami oleh tumbuhan pasca ditanam, yaitu mengalami kemarau dan penghujan. Sama seperti kebanyakan tanaman, hasil panen buah ini akan berbeda jumlahnya antara musim kemarau dengan penghujan.
Hasil budidaya lemon California saat musim kemarau lebih sedikit dibandingkan penghujan. Bukan hanya berdampak pada jumlah hasil panen saja, tapi juga harga. H. Prayit mengungkapkan pernah mengalami harga terendah Rp. 5.000.
Sedangkan harga paling tinggi sebesar Rp. 17.000, yaitu pada musim kemarau karena jumlah yang dipasarkan lebih sedikit. “Kalau segi perawatan terbilang mudah, tidak terlalu ribet seperti jenis lain”, ucap beliau. Menyemprot 1 bulan sekali sudah cukup dan bagus, tergantung hamanya.
Untuk proses pemupukan, ada dua jenis yang digunakan. Pertama, pupuk kandang, pemberiannya dalam kurun waktu 1 tahun sekali. Kedua, pupuk kimia, yang diberikan setiap satu bulan sekali.
Jumlah pupuk kimia yang diberikan sekitar setengah kilo berjenis NPK atau bisa juga lainnya, tergantung dari kebutuhan setiap tanaman. Hama penyerang tanaman ini hanyalah ulat. Untuk luas 3 hektar, H. Prayit memerlukan 8 tenaga kerja setiap harinya.
Beberapa Contoh Hasil Olahan Lemon California
H. Prayit memasarkan hasil budidaya lemon California ke pasar. Ada juga yang diproduksi sendiri terlebih dahulu, baru kemudian dipasarkan, sehingga tidak lagi berbentuk buah. Terdapat dua jenis hasil olahan yang beliau produksi, yaitu sari lemon DA dan pure lemon 99.
Huda, salah satu karyawan H. Prayit mengatakan bahwa varian sari terbuat dari olahan sari yang dikemas dan siap diminum. Produknya dalam bentuk kemasan 120 ml, ada juga yang kardusan. Hasil olahan ini cocok digunakan sebagai oleh-oleh.
Produk ini murni terbuat dari buah lemon dan gula asli. Sedangkan untuk varian pure berasal dari perasan, tidak ada campuran air serta pengawet. Bermanfaat untuk detoks, kecantikan, kesehatan, campuran makanan dan minuman.
Jadi, budidaya lemon California bukan hanya bisa dijual buahnya saja, tapi juga dalam bentuk sudah diolah. Sebenarnya dari segi manfaat, antara produk sari dan pure sama saja. Tapi, sari DA lebih higienis, bisa dibawa ke mana saja dan tidak memerlukan penyimpanan dalam kulkas.
Berbeda dengan 1 botol varian pure, Anda tidak bisa langsung meminumnya. Ukuran 1 botol bisa digunakan untuk 30 cangkir kopi. Agar dapat dikonsumsi, Anda hanya perlu menggunakan 2 sendok, ditambahkan air hangat dan madu supaya lebih nikmat.
Anda juga bisa mencoba menjalankan budidaya buah ini seperti yang sudah dilakukan oleh H. Prayit. Tapi, pastikan sudah menyusun perencanaan yang matang dan memahami risikonya. Setiap aktivitas, termasuk budidaya lemon California tentu memiliki risikonya tersendiri.