Bagi petani, mempelajari tentang teknik metabolit sekunder merupakan hal penting. Sebab kemampuan menghadapi berbagai masalah dalam bertani, seperti hama dan permasalahan lainnya merupakan sebuah kewajiban apabila ingin mendapatkan hasil panen terbaik.
Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah tanaman terganggu oleh berbagai hama perusak, seperti werang batang coklat, pengerek batang, maupun pengerek batang kelapa. Permasalahan seperti ini bisa diatasi dengan menggunakan metabolit sekunder.
Penggunaan metabolit sekunder atau MS ini akan bantu mengendalikan OPT (organisme pengganggu tanaman). Sehingga tanaman-tanaman yang sakit dapat kembali bertumbuh dengan baik.
Dalam chanel Youtube Tanilink TV, terdapat postingan proses pembuatan MS yang dilakukan di Klinik Tanaman Koperasi Serba Usaha Puspahati Rukun Manunggal, Boyolali. Dalam video tersebut dijelaskan mengenai bahan, proses pembuatan hingga pengaplikasiannya.
Apa yang Dimaksud Teknik Metabolit Sekunder dan Cara Membuatnya
Sebagai pembuka, Toni, Koordinator POPT Boyolali menjelaskan mengenai MS yang merupakan perpanjangan tangan dari APH (Agen Pengendali Hayati). APH merupakan racun bagi hama sehingga mampu membunuh hama dengan baik.
Dalam penjelasan tersebut difokuskan pada pembuatan MS dengan OPH Beauveria Bassiana. Beauveria Bassiana ini merupakan jamur yang dapat membantu menghilangkan OPH seperti werang batang coklat, maupun pengerek batang.
Dengan menggunakan teknik metabolit sekunder beauveria bassiana ini, Anda akan mendapatkan cairan yang dapat digunakan sebagai infus maupun disemprotkan langsung pada pohon/tanaman berhama.
Bahan-bahan pembuatnya sangat sederhana dengan proses yang mudah. Berikut beberapa bahan yang Anda butuhkan:
- Air cucian beras sebanyak 20 liter. Gunakan air cucian pertama dan kedua saja karena paling banyak mengandung unsur dan enzim untuk atasi hama serta menguatkan tanaman. Kandungan protein, karbohidrat, dan unsur hara bantu pertumbuhan juga.
- Air kelapa sebanyak 5 liter. Kandungan nitrogen, pospor, dan kalium di dalamnya dapat bantu meningkatkan produktivitas pepohonan/tanaman.
- Gula pasir sebanyak 5 sendok makan, fungsinya sebagai cendawan APH.
Setelah semua bahan siap, lanjut ke teknik metabolit sekunder berikut ini:
- Air cucian beras, air kelapa, dan sendok dimasukkan ke dalam panci kemudian direbus hingga mendidih.
- Siapkan jerigen kosong yang sudah disterilkan dengan alkohol sebagai tempat membuat MS.
- Setelah bahan-bahan mendidih, masukkan ke dalam jerigen hingga setengah terisi dalam keadaan panas dan langsung ditutup. Biarkan dingin di suhu ruangan.
- Masukkan satu bungkus beauveria bassiana ke dalam jerigen.
- Letakkan jerigen pada mesin pengocok dan lakukan pengocokan sebanyak 2 kali sehari, selama 15 menit. Lakukan pagi dan sore hari selama 7 hari. Bisa juga dikocok manual dengan waktu yang sama.
Hasil pengolahan teknik metabolit sekunder ini sudah bisa Anda gunakan setelah 7 hari dan dapat dipakai untuk pepohonan di perkebunan, atau tanaman-tamanan holtikultura maupun sayuran.
Bagaimana Menerapkan Metabolik Sekunder pada Tanaman?
Jika cairan MS sudah berbau seperti tape, maka telah siap digunakan. Anda dapat menggunakannya sebagai infus akar, infus batang, maupun disemprotkan. Untuk jenis tanaman-tanaman holtikultura sebaiknya menggunakan cara ketiga.
Dalam video di Tanilink TV, Toni menjelaskan mengenai teknik metabolit sekunder dengan cara infus akar:
- Ambil 10 ml MS dan campurkan dengan 1 liter air bersih.
- Siapkan plastik bening seukuran 3x10 cm atau bisa menggunakan plastik es dan masukkan cairan MS ke dalamnya. Jangan ikat terlalu erat agar bisa dibuka kembali.
- Gali akar pohon yang terserang hama dan cari akar kecil, karena akar kecil ini bertugas menyerap nutrisi.
- Masukkan akar ke dalam plastik cairan MS, kemudian ikat agar bagian akar tersebut fokus menyerap nutrisi cairan MS.
- Tutupi dengan dedaunan agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
- Lakukan pengecekan teknik metabolit sekunder 2 hari sekali. Jika cairan habis, bisa diisi kembali, lakukan hingga hasilnya terlihat. Setidaknya memerlukan waktu minimal 2 minggu untuk jenis pepohonan seperti Pepaya.
MS merupakan perpanjangan tangan dari APH, yang membantu menutupi kekurangan APH dalam tugasnya membasmi hama. APH bersifat dapat membunuh hama dengan berbagai cara dan MS merupakan racun yang dihasilkan dari perpaduan berbagai bahan dan APH.
Jika Anda mengalami masalah dengan hama yang mengganggu tumbuh kembang pohon/tanaman, maka bisa gunakan teknik metabolit sekunder sederhana ini.