Login

Budidaya Buah Abiu Jumbo, Sawo Australia yang Tumbuh di Indonesia

Dipublikasikan pada 06 Maret 2022 18:33:44

Inspirasi Petani

Belum banyak orang yang mengetahui buah abiu jumbo. Padahal buah ini memiliki potensi keuntungan bisnis yang sangat besar. Apalagi buah ini masih terbilang langka dan jarang ditemukan di pasaran.

Buah abiu memang masih terbilang langka di pasaran Indonesia. Namun buah ini banyak dibudidayakan di negara Australia. Maka tidak heran jika buah ini sering disebut sebagai sawo australia.

Namun ternyata buah abiu sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama. Meski memang pada awalnya buah abiu yang ada masih berukuran kecil dan bukan varian jumbo atau besar.

Mengenal Tentang Buah Abiu Jumbo

Bagi Anda yang belum tahu, abiu adalah nama buah. Perkebunan abiu sendiri memang masih jarang ditemukan di Indonesia. Salah satu kebun abiu adalah milik Pak Sony di Kabupaten Karanganyar.

Mengutip dari YouTube Tanilink TV, Pak Sony menyebut buah abiu kecil sebagai abiu lokal. Untuk membudidayakan abiu lokal harus dilakukan dengan bunga silang atau butuh beberapa pohon.

Hal inilah yang membuat Pak Sony membudidayakan buah abiu dengan varian jumbo. Selain itu, buah abiu varian lokal dan jumbo juga memiliki banyak perbedaan mencolok.

Seperti contohnya pada tekstur dan buah antara buah abiu lokal dan jumbo yang berbeda. Pada varian jumbo, tekstur buahnya cenderung lebih mulus dibandingkan abiu lokal.

Buah abiu jumbo memiliki waktu pertumbuhan yang cukup cepat. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan dari munculnya pentil hingga buah ini masak dan bisa dipanen.

Berbeda dengan jenis pohon lainnya, pohon abiu bisa dipanen setiap dua bulan sekali. Sebab Pak Sony menyebutkan bahwa di dalam satu pohon bisa terdapat enam tingkatan.

Tingkatan tersebut mulai dari munculnya bunga, tumbuhnya buah, buah yang semakin besar hingga akhirnya berubah warna menjadi kuning. Buah abiu varian jumbo yang sudah berwarna kuning artinya bisa dipanen.

Untuk menumbuhkan pohon abiu sebenarnya dapat menggunakan biji. Hanya saja jika menggunakan biji akan lebih lama untuk berbuah. Sehingga Anda bisa menggunakan teknik sambung pucuk atau sambung susu.

Proses Sambung Susu Buah Abiu Jumbo

Untuk mendapatkan pohon abiu jumbo yang baik, disarankan menggunakan teknik sambung susu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan sambung susu yaitu sebagai berikut.

  1. Persiapan Alat
    Untuk alat yang digunakan dalam teknik sambung susu adalah pisau dan plastik. Penggunaan plastik sebenarnya bisa jenis apa saja namun akan lebih baik menggunakan plastik khusus karena lebih elastis.

  2. Pemilihan Indukan
    Teknik sambung susu dilakukan agar pohon baru memiliki kualitas yang sama dengan indukan. Oleh karena itu mutu pohon abiu yang menjadi indukan harus dipastikan baik.

  3. Pemilihan Entress
    Entress atau bagian pohon indukan yang akan disambung harus dipilih secara cermat. Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam pemilihan entress adalah ukuran agar sesuai dengan sambungan.

  4. Pemotongan Sambungan
    Pemotongan pohon yang hendak disambung dalam teknik sambung susu harus diperhatikan dengan baik. Buatlah potongan yang lancip dengan bagian kiri dan kanan seimbang agar proses sambungan baik.

  5. Pemotongan Entress
    Bagian batang indukan atau entress harus dipotong dengan hati-hati agar tidak putus. Setelah itu sisipkan batang sambungan pada bagian entress agar bisa direkatkan menggunakan plastik.

  6. Pengikatan
    Proses pengikatan dilakukan dengan menggunakan plastik. Anda bisa mengikat dari bagian bawah terlebih dahulu untuk mengunci agar sambungan tertutup rapat. Oleh karena itu penggunaan plastik elastis sangat disarankan.

Sebagai salah satu buah yang cukup langka, sebenarnya budidaya abiu tidaklah sulit. Untuk mendapatkan pohon abiu berkualitas, Anda bisa menggunakan teknik sambung susu dengan memperhatikan mutu indukan.

Buah ini juga memiliki rasa yang lezat dan manis. Oleh karena itu budidaya buah abiu jumbo merupakan salah satu pilihan tepat bagi Anda yang ingin melakukan budidaya buah.