Pengendalian hama wereng merupakan salah satu hal yang perlu diketahui oleh semua petani. Wereng coklat, umumnya sering menyerang beberapa jenis tanaman. Salah satu yang paling sering adalah padi.
Namun, melalui video yang diunggah oleh Channel Tanilink TV, petani bisa mendapatkan pengetahuan mengenai cara pengendalian hama. Ada beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk melindungi tanaman padi.
Ternyata, cara yang dipakai tidak terlalu sulit. Ada beberapa cara sederhana untuk melihat populasi hama wereng. Jika pengamatan ini berhasil, maka setiap orang bisa melakukan pengendalian terhadap hama wereng.
Beberapa Tips atau Cara Pengendalian Hama Wereng
Ada beberapa cara sederhana bisa Anda lakukan. Tidak perlu membutuhkan banyak bahan atau peralatan mahal. Namun, hal paling penting adalah mampu melakukan identifikasi terlebih dahulu.
1. Lakukan Pengamatan
Langkah pertama adalah dengan melakukan pengamatan. Wereng coklat bisa muncul pada semua jenis tanaman. Padi menjadi salah satu tanaman yang paling banyak diserang oleh wereng tersebut.
Hama wereng juga bisa menyerang tanpa mengenal batasan usia tanaman padi. Dalam beberapa hari setelah masa tanam, wereng bisa saja muncul. maka, langkah pencegahan harus segera dilakukan.
Oleh sebab itu, untuk pengendalian hama wereng harus dilakukan dengan cara melakukan pengamatan. Jika setelah masa tanam sudah muncul bintik-bintik warna putih, maka ada kemungkinan wereng sudah menyerang.
Ini juga mengindikasikan bahwa wereng sudah mulai berkembang biak. Jika dalam pengamatan bintik-bintik putih sudah menyebar ke beberapa tanaman, maka segera lakukan tindakan lebih lanjut.
Anda bisa melakukan uji coba sederhana untuk memastikan apakah jumlah hama tersebut sudah banyak atau belum. Jika belum, maka segera berikan penanganan. Dengan begitu, hama tidak akan menyebar dengan cepat.
2. Lakukan Uji Coba Sederhana
Untuk mengetahui jumlah hama, Anda bisa melakukan uji coba sederhana. Ada beberapa peralatan untuk melakukan uji coba. Siapkan papan warna hitam serta bahan lengket seperti lem atau sejenisnya.
Langkah pertama adalah dengan mengoleskan cairan lengket tersebut ke papan. Olehkan secara merata sehingga semua permukaannya tertutupi. Langkah selanjutnya adalah mengesek permukaan papan ke tanaman padi.
Jika pada papan warna hitam muncul beberapa bintik putih, maka hama sudah mulai berkembang biak. Jika yang muncul adalah hama itu sendiri, maka kemungkinan besar hama telah menyebar.
Cara lainnya adalah menggoyangkan tanaman padi. Namun, ini bisa dilakukan jika lahan masih memiliki genangan air. Jadi, bisa terlihat apakah ada bintik putih jatuh ke genangan air atau tidak.
Sama seperti sebelumnya, jika ada maka hama telah mulai berkembang biak. Jika sudah begini, maka sudah seharusnya Anda melanjutkannya ke tahap selanjutnya dengan memberikan obat anti hama.
3. Berikan Obat Hama
Langkah terakhir adalah dengan memberikan obat anti wereng. Ada banyak obat anti wereng mulai dari yang murah hingga mahal. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan budget.
Obat anti hama ini nantinya perlu disemprotkan ke tanaman padi secara berkala. Namun, intensitasnya tidak boleh terlalu banyak. Hal tersebut hanya akan merusak kualitas padi dan justru akan mati.
Jika penyemprotan pertama tidak membuahkan hasil. Maka perhatikan apakah dosisnya kurang atau intensitas penyemprotan yang kurang. Identifikasi tersebut akan membantu menyelesaikan masalah dalam mengendalikan hama wereng yang sangat mengganggu tersebut.
Jika pengendalian dapat dilakukan dengan baik, maka wereng coklat tidak akan muncul di sawah. Para petani juga perlu melakukan persiapan sedini mungkin untuk mendeteksinya sehingga pengendalian hama wereng bisa dilakukan.