Login

Begini Caranya Membuat Bakteri Pengikat Nitrogen Untuk Kesuburan Tanah

Dipublikasikan pada 31 Januari 2022 11:12:07

How To

Pembuatan bakteri pengikat nitrogen atau disebut nitrobacter tidak membutuhkan alat dan bahan yang sulit dicari. Sedikit ilmu dari Situt Setiawan, seorang pendiri Agronima dan ketua dari Kelompok Tani Rimba Kaloka akan memberikan banyak manfaat bagi para petani.

Situt adalah seorang petani muda yang akan memberikan informasi terkait bahan apa saja untuk pembuatan nitrobacter. Nitrobacter ini bisa menyuburkan tanaman serta dicampur dengan pupuk kimia jika Anda kurang percaya dengan khasiatnya.

Bisa juga sepenuhnya menggantikan penggunaan pupuk kimia agar tanaman mendapatkan nutrisi lebih alami dari alam. Adapun jenis pupuk kandang yang digunakan sangat dianjurkan dari bawah kandang unggas karena unggas tidak buang air kecil.

Langkah Pembuatan Bakteri Pengikat Nitrogen

Untuk mempraktekkan pembuatan nitrobacter di rumah, Anda membutuhkan beberapa alat dan bahan berikut:

  1. Tanah di bawah kandang apa saja (paling baik kotoran unggas karena unggas tidak buang air kecil).
  2. Gula sebagai makanan bakteri.
  3. Urea untuk menyediakan nitrogen agar bisa berkembang biak.
  4. Air sebagai larutan 1 liter.

Sudah siap dengan semua bahan, selanjutnya masuk ke tahap pembuatan bakteri pengikat nitrogen dengan mengikuti arahan proses berikut:

  1. Siapkan botol 1,5 liter masukkan air 1 liter agar 0,5 liter jadi ruang udara
  2. Masukkan gula 3 sdm
  3. Tutup dan kocok larutan pertama serta kedua sampai larut sempurna
  4. Masukkan urea 3 sdm
  5. Tutup rapat kemudian kocok hingga campurannya larut sempurna
  6. Masukkan tanah kandang 3 sdm
  7. Tutup rapat dan kocok kembali sampai larut.

Untuk jenis kotoran memang amat dianjurkan dari bawah kolong kandang unggas, namun tidak menutup kesempatan juga penggunaan kotoran sapi maupun kambing. Ketiganya sama-sama akan memberikan khasiat baik bagi pertumbuhan tanaman kemudian hari.

Sudah melalui tahapan di atas, selanjutnya ke tahap fermentasi dengan cara menutup botol menggunakan kain. Tujuannya supaya udara masih bisa masuk sebagai jalan oksigen yang dibutuhkan larutan. Selain itu, kain dapat menangkal hal di luar bakteri pengikat nitrogen.

Manfaat Pembuatan Bakteri Pengikat Nitrogen

Teknologi makin canggih, ilmu pengetahuan juga semakin terkuak. Para petani senior bisa belajar banyak dari petani muda jika notabene idenya memberikan solusi lebih baik bagi pertanian saat ini. Contohnya nitrobacter, gunanya sebagai:

  1. Memfiksasi nitrogen.
  2. Merombak racun dalam tanah.
  3. Menyediakan unsur hara dari bahan alami, yakni kotoran hewan.
  4. Dari segi pendanaan memperkecil biaya pengeluaran untuk membeli pupuk kimia.
  5. Mengurangi penggunaan pupuk kimia.
  6. Menghilangkan ketergantungan menggunakan pupuk kimia.
  7. Membuat tanah lebih panjang usianya.

Pada pembahasan bakteri pengikat nitrogen sebelumnya, ada penggunaan gula dan urea. Untuk penggunaan gula ini jika produksi larutan dalam jumlah banyak maka bisa digantikan dengan gas tebu agar pengeluaran menjadi lebih murah. Sementara urea bisa merk apa saja.

Tujuan pencampuran urea dan gula supaya memunculkan nitrobacter karena dalam tanah ada banyak sekali mikroba. Patokan keberhasilan pembuatan larutan ini adanya bau sengat. Menariknya, penggunaannya bisa di semua tanaman, murah, bahan dari alam, mudah didapat.

Untuk produksi besar bisa menggunakan aerator (mesin) untuk memberi udara dalam tong jika produksi besar. Aerator berperan untuk mempercepat proses, biasa dari 10 hari menjadi 4 hari. Untuk mesin aeratornya bisa apa saja, asalkan berfungsi baik.

Informasi mengenai cara pembuatan nitrobacter ini akan banyak membantu para petani se-Indonesia. Anda bisa mencoba atau menginformasikannya pada petani setempat agar manfaat bakteri pengikat nitrogen bisa dirasakan baik bagi tanaman maupun menekan cost pengeluaran.