Perawatan sangat penting ketika memutuskan untuk budidaya selada hidroponik. Dengan teknik ini, semua aspek selalu dipertimbangkan hingga bisa menghasilkan tanaman selada yang memuaskan dan selalu segar. Jadi, apa keuntungan dari jenis selada yang satu ini?
Anda pasti tidak asing lagi dengan sayuran yang namanya selada. Sayuran ini ditanam dengan bentuk yang berbeda dan banyak ditanam di dataran tinggi sekitar pegunungan. Dan ini juga terjadi pada salah satu petani yang dikunjungi oleh host youtube Tanilink TV.
Mereka mengunjungi salah satu tempat budidaya tanaman hidroponik yang sebenarnya tidak mudah untuk dieksekusi. Namun, salah satu petani muda mendapat banyak informasi yang inovatif hingga usahanya di bidang ini berkembang hingga omsetnya sangat lumayan.
Dia adalah William Perdana Santoso yang mendirikan kebun tani dengan luas sekitar 200 m2 di daerah Wonorejo, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Selama 3 tahun mendirikan usaha pertanian ini, dia berminat untuk memberikan beberapa informasi tentang selada.
Cara Budidaya Selada Hidroponik yang Tepat
Seperti yang dikatakan sebelumnya, tidak mudah untuk menanam dan membudidayakan selada terkhusus dengan teknik hidroponik. Tetapi jika dilakukan dengan tepat, maka hasilnya juga pasti semakin unggul. Selain itu, dengan cara yang tepat juga hasilkan yang unggul.
Pertama harus Anda lalui adalah tahap persiapan dalam budidaya selada hidroponik. Di mana menurut pak William, untuk melakukan persiapan ini dibutuhkan ketelitian. Anda harus teliti dalam memilih bibit dan memasukkan satu per satu benih ke dalam lubang yang ingin digunakan untuk pertanian.
Setelah muncul beberapa tunas yang pendek dengan daun yang sudah muncul, kini Anda sudah bisa memindahkan selada hidroponik tersebut ke rockwall yang dipotong gergaji besi dengan kedalaman 1 cm. Tidak lupa, Anda juga memastikan pH yang dibutuhkan pas.
Di tahap itu, Anda tinggal tunggu sampai membesar dan setelah 2 minggu, Anda akan lihat perkembangan selada itu menjadi lebih lebar. Pada tahap ini juga Anda harus semakin teliti dan merawatnya. Apalagi menjelang saat panen, banyak hama yang akan menganggu.
Jadi, pastikan agar Anda selalu sigap dan ketika sudah ada selada yang bisa dipanen, langsung saja ambil. Terkhusus ketika sudah menginjak hari ke 30. Tambahkan kepekatan air nutrisi menjadi yang 1200 ppm agar saat panen nanti tumbuhan akan terlihat lebih segar.
Permasalahan yang Bisa Saja Terjadi Saat Budidaya Selada Hidroponik
Menanam tanaman dengan teknik ini bukan berarti tanpa kendala. Seringkali saat selada itu panen, rasanya terlalu pahit dan ini bisa saja terjadi karena terlalu sering terpapar sinar matahari. Sebagai solusinya, simpan dulu di lemari es agar rasa pahitnya bisa berkurang.
Selain itu, petani juga bisa saja menjumpai kasus di mana selada busuk hingga terserang hama meskipun mendekati masa panen. Alhasil, selada menjadi tampak lebih gelap atau ada warna kemerahan di daunnya. Dan itu berarti sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Juga ketika tidak diberikan air nutrisi dengan kepadatan yang pas, selada sering kali layu. Tetapi jika terjadi pada siang hari, sangat wajar jika selada layu karena terpapar sinar matahari dan ketika sudah agak senja, biasanya tumbuhan itu akan berkembang sendiri lagi.
Namun, kendala yang paling harus diatasi adalah soal bolting. Tanaman selada yang tidak bisa tumbuh membesar itu pasti ada sejenis bakteri atau cendawan yang membuat akarnya tidak mau berkembang. Jika sudah demikian, cabut saja karena bisa merusak selada lain.
Semakin canggih teknologi, maka informasi yang didapatkan juga akan semakin banyak. Ini juga yang sangat menguntungkan bagi para petani karena bisa mendapat inovasi baru saat akan menanam tanamannya, serta ketika budidaya selada hidroponik yang unggul.