Login

Kelompok Tani Sukses Kelola Desa Wisata Pertanian Organik

Dipublikasikan pada 25 Nopember 2021 15:35:31

Inspirasi Usaha

Desa wisata pertanian organik menjadi salah satu usaha desa yang banyak dikembangkan sekarang ini. Usaha di desa-desa sekarang ini memang sudah mulai memperlihatkan perkembangan yang sangat bagus.

Tentu saja terbentuknya usaha desa ini bukan tanpa alasan dan harus melalui perjuangan yang panjang. Dari banyaknya usaha desa yang berkembang, desa yang mengembangkan pertanian organik menjadi hal yang cukup menarik.

Mengingat, hingga sekarang ini tidak banyak desa yang mengembangkan pertanian organik ini. Salah satu desa yang mengembangkan pertanian organik adalah Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Kelompok Tani Mulyo 1 di desa ini menggeluti pertanian organik serta wisata pertanian organik.

Sekilas Mengenai Desa Wisata Pertanian Organik Tani Mulyo 1

Menurut penuturan Pak Hasyim selaku Pembina Tani Mulyo 1, beliau menuturkan jika kelompok Tani Mulyo 1 ini sebenarnya telah berdiri dari tahun 1980 dan sempat vakum kemudian tahun 2009 kelompok tani ini kembali bangkit agar bisa melanjutkan kelompok tani yang lalu.

Namun, berbeda dengan kelompok tani lalu, kelompok tani yang berdiri saat ini bergerak dalam bidang pertanian organik. Desa dengan jumlah penduduk 5885 ini memiliki luas lahan pertanian konvensional adalah 188 hektar, sedangkan untuk yang 22 hektar adalah lahan pertanian organik.

Pengelola sendiri memiliki syarat bagi petani yang ingin bergabung menjadi petani pertanian organik, petani tersebut harus mengikuti seluruh SOP pertanian organik seperti tidak menggunakan pestisida, serta tidak menggunakan pupuk kimia.

Petani yang ingin bergabung juga harus melalui masa konversi selama kurang lebih 3 tahun. Bukan hanya mengembangkan pertanian organik saja, desa wisata pertanian organik ini juga mengembangkan potensi yang lainnya yakni membuat wisata Embung Setumpeng.

Alasan Kelompok Tani Mulyo 1 Menggeluti Usaha Pertanian Organik

Berpindahnya Tani Mulyo 1 ke pertanian organik disebabkan karena adanya kelangkaan pupuk yang terjadi beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2009. Bahkan harga pupuk yang dimiliki sangat mahal.

Hingga akhirnya, kelompok Tani Mulyo 1 sepakat untuk menggunakan pupuk yang berada di sekeliling lingkungan desa. Mengingat, warga desa Gentungan bukan hanya berprofesi sebagai petani namun juga memiliki ternak.

Akhirnya kotoran ternak ini diolah menjadi pupuk organik pertanian. Beras yang dihasilkan juga menjadi lebih bagus. Bukan hanya itu, harga beras yang ditawarkan juga menjadi lebih mahal sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Untuk menjaga kualitas produk beras organik, tim tani memiliki tim yang bertugas untuk melakukan control, sehingga kualitas produk beras organik dapat terjaga dengan baik.  

Desa Wisata Pertanian Organik, Wisata Embung

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, selain mengembangkan pertanian organik, desa ini juga mengembangkan wisata yakni wisata Embung Setumpeng. Pengelola dari embung ini adalah anak-anak muda yang berasal dari Desa Gentungan.

Modal pembuatan Embung Setumpeng sendiri berasal dari Kementerian Desa, BRI melalui CSR dan masih banyak lagi. Total modal yang dikeluarkan untuk membuat embung ini sendiri mencapai Rp 1 milyar.

Untuk mendatangkan pengunjung, pengelola Embung Setumpeng bekerja sama dengan komunitas sepur kelinci yang berada di setiap kabupaten.

Tidak cukup sampai di sana, pengelola juga mengadakan karaoke gratis setiap minggunya sehingga membuat pengunjung menjadi semakin antusias. Bahkan di saat weeked, pengunjung embung dapat mencapai 500 hingga 1000 orang.

Fasilitas yang berada di wisata ini juga cukup banyak mulai dari kamar mandi umum, perahu kecil, kolam renang dan yang lainnya.  

Tentu saja harapan dari berdirinya desa wisata pertanian organik ini adalah agar kesejahteraan masyarakat desa bisa menjadi semakin meningkat, lebih-lebih pengelolaan sudah dilakukan dengan baik.