Budidaya bunga aglaonema kembali sedang naik daun karena harganya lebih tinggi dibandingkan zaman dulu. Aglaonema dikenal sebagai ratu daun karena salah satu tanaman bercorak cantik dengan memiliki warna unik.
Populer di Indonesia, tanaman ini dipelihara sejak lama dan menjadi salah satu bunga yang memiliki nilai jual tinggi. Tergolong sebagai tanaman hias, aglaonema telah populer dan berasal dari suku talas-talasan.
Tanaman sangat cocok tumbuh di Indonesia yang memiliki iklim tropis untuk perkembangan daun secara baik. Tidak heran bila sebagian masyarakat Indonesa pencinta tumbuhan selalu mengikuti perkembangan budidaya terbaru.
Semenjak pandemi virus corona terus melanda Tanah Air justru menciptakan tren baru yaitu orang-orang suka menanam tumbuhan. Banyak orang yang tertarik menanam di rumah untuk menghiasi halaman menjadi lebih cantik.
Namun apakah banyak yang tahu bahwa kepopuleran aglaonema bisa memberikan kesempatan bagi setiap orang melakukan budidaya. Dengan hasil yang diraih bisa ratusan juta, sebagai budidaya harus paham waktu dalam memanfaatkan peluang.
Tanilink TV telah mengunjungi salah satu orang melakukan budidaya tanaman aglaonema dengan keuntungan hingga ratusan juta. Apa yang mempengaruhi harga dan bagaimana cara melakukan budidaya sukses tersebut? Inilah penjelasannya.
Hal yang Mempengaruhi Harga Budidaya Bunga Aglaonema
Beberapa waktu belakangan hobi mengoleksi tanaman hias kembali populer sehingga berpengaruh terhadap harga aglaonema. Jenis daun ini memiliki harga meroket pesat karena setiap satuan bisa dibanderol jutaan rupiah.
Tanilink TV menilik pada tempat budidaya aglaonema yang dimiliki oleh Ade Aryzona berada di daerah Sukoharjo. Ade Aryzona telah memiliki kebun sendiri yang terdiri atas beberapa jenis tumbuhan aglaonema.
Ia bertutur, “Kalau aglaonema di tempat saya ada 200-an, ditotal semuanya bisa mencapai 600 jenis daun berbeda motif”. Inilah yang membuat harga terpengaruh jadi meroket pesat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
Usia juga mempengaruhi harga yang ditawarkan, semakin besar otomatis akan lebih mahal dibandingkan bibit kecil. Dikarenakan proses perawatan tanaman selama budidaya berlangsung tidak mudah, butuh ketekunan dan kesabaran.
Perbedaan warna dapat menaikkan harga jadi menjulang tinggi tanpa diketahui sebelumnya. Memang bila dilihat secara detail, aglaonema memiliki ciri khas unik dan cocok dipasangkan sebagai tanaman hias di rumah.
Penasaran berapa omset selama menjual tanaman ini? Tanilink telah menanyakan langsung ke Ade Aryzona sebagai owner kebun aglaonema. Untuk mengetahui berapa omset penjualan daun aglaonema, silakan simak hingga selesai.
Teknik Budidaya Aglaonema Menurut Ade Aryzona
Budidaya bunga aglaonema menghasilkan omset sekitar 25-50 juta rupiah pada saat kondisi normal sebelum pandemi virus corona. Dikarenakan hobi koleksi tanaman hias kembali naik daun, sehingga omsetnya bisa 50-150 juta.
Untuk budidaya tanaman jenis ini tentu saja tidak musiman karena keberadaan aglaonema telah stabil sejak tahun 2000. Hingga sekarang penjualan tetap berlangsung normal, justru naik signifikan akibat lockdown di Indonesia.
Pencinta aglaonema semakin meningkat, sehingga stok yang ada di kebun budidaya cenderung berkurang. Meningkatnya pesanan seiring berjalannya waktu membuat tanaman hias tersebut justru lebih populer dan naik harganya.
Ade Aryzona memaparkan bahwa selama proses budidaya berlangsung susah-susah gampang tergantung dari ketelitian selama menanam. Media, pupuk, dan perawatan harus dilakukan secara teratur sampai tanaman tumbuh menjadi besar.
Cara melakukan budidaya dapat dilakukan dengan stek batang bawah minimal 2 cm, penanaman tanpa akar, serta pisah rumpun dari induk. Ketiga metode ini bisa digunakan secara mudah untuk mempercepat budidaya.
Dari kunjungan Tanilink TV ke tempat budidaya Aglaonema daerah Kabupaten Sukoharjo dapat memberikan ilmu baru. Cobalah budidaya bunga aglaonema sekarang jika tertarik karena prospek bagus dan omset tinggi selalu didapatkan.