Kelapa sawit merupakan tumbuhan penghasil minyak nabati yang penting bagi kehidupan masyarakat. Minyaknya dapat diolah atau dicampur dengan bahan lain menjadi berbagai macam produk, baik yang dapat dikonsumsi ataupun untuk keperluan lainnya.
Saat ini, pertanian sawit Indonesia berkembang sangat pesat di Indonesia. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menyebutkan pada sebuah media nasional, bahwa pada tahun 2017 devisa ekspor dari produk kelapa sawit mencapai 21,25 miliar dollar AS atau sekitar 287 triliun. Beliau juga menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian mencatat hingga Maret tahun 2018, lahan sawit Indonesia mencapai 14,03 juta hektar dan sebesar 40 persennya merupakan dimiliki oleh rakyat.
Meskipun demikian, perkembangan sektor sawit banyak dikritisi karena dianggap memiliki dampak negatif bagi lingkungan, termasuk mengenai limbah kelapa sawit yang dibuang sembarangan. Saat ini, bagian kelapa sawit yang memiliki nilai jual tinggi adalah minyaknya. Buah kelapa sawit hanya diambil minyaknya, sehingga menyisakan banyak bagian buah, di antaranya tandan kosong, cangkang, dan serabut. Selain limbah padat, proses produksi minyak kelapa sawit juga menghasilkan limbah cair yang berasal dari sisa ekstraksi minyak. Limbah cair ini masih mengandung bahan organik, sehingga jika terakumulasi akan berbahaya bagi lingkungan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi pencemaran dari industri minyak kelapa sawit adalah dengan mengelola atau mengolah limbah kelapa sawit. Sejumlah penelitian telah menyarankan beberapa solusi untuk pengelolaan limbah kelapa sawit. Di antaranya adalah pengolahan tandan buah kelapa sawit menjadi pupuk organik atau pengolahan limbah padat kelapa sawit menjadi biomassa seperti briket, yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar bakar pengganti kayu bakar.
Penelitian mengenai pengelolaan limbah kelapa sawit tidak hanya difokuskan pada limbah padat. Bahkan limbah cair kelapa sawit mungkin dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik. Beberapa penelitian pernah dilakukan pada limbah cair dari berbagai sumber, dimana dengan bantuan mikroorganisme tertentu, limbah cair dapat difermentasi menghasilkan menjadi gas metana, dan kemudian diubah menjadi energi listrik.
Beberapa cara di atas mungkin baru sebagian dari berbagai pengolahan limbah yang mungkin diterapkan di sektor kelapa sawit. Namun setidaknya memberikan opsi atau gambaran bagi pengolah kelapa sawit bahwa limbah kelapa sawit masih memiliki manfaat dan mungkin masih dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan kelapa sawit itu sendiri.