Login

Insektisida Organik Dari Tembakau

Dipublikasikan pada 01 Nopember 2018 00:00:00

Berita & Artikel

Di sisi lain, tingginya permintaan akan tembakau mendorong tumbuhnya industri tembakau di Indonesia. Pada tahun 2016, industri tembakau menyumbang 173 triliun rupiah ke kas negara. Angka ini diperoleh tidak hanya dari ekspor saja, tetapi juga dari pajak atau cukai. Direktorat Jenderal Perkebunan mencatat areal pertanian tembakau di Indonesia pada tahun 2017 mencapai luas 206.514. Indonesia juga mengekspor tembakau ke beberapa negara tetangga seperti Kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Terlepas dari masalah kesehatan akibat rokok (produk tembakau), atau besarnya pendapatan negara dari cukai tembakau, artikel ini hanya akan menyoroti mengenai permasalahan yang terjadi di tingkat kebun.  Di balik tingginya produksi tembakau di Indonesia, masih begitu banyak limbah hasil pertanian tembakau dibuang begitu saja. Belum banyak petani yang mengetahui bahwa limbah tanaman tembakau masih memiliki manfaat. Petani biasanya membakar serasah tanaman tembakau dan sampah padat lainya. Meski tampak efisien, namun praktek ini justru membahayakan lingkungan sekitarnya.

Tembakau dikenal memiliki kandungan nikotin yang cukup tinggi. Zat berbahaya ini paling banyak terdapat di daun tembakau, namun sebenarnya bisa ditemukan di bagian lainnya meski dalam jumlah lebih kecil. Pembakaran sampah tembakau (ranting dan daun-daun kering) meningkatkan kemungkinan keracunan pada penduduk yang berada di sekitar lahan tembakau. Gejala keracunan nikotin dapat berupa mual, muntah, peningkatan tekanan darah, dehidrasi, dan pusing. Selain itu, pembakaran sampah-sampah pertanian apapun, tidak terbatas pada tanaman tembakau, akan menghasilkan gas karbon dioksida yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global. 

 Nikotin yang dikatakan berbahaya tadi ternyata masih memiliki manfaat. Ekstrak nikotin dapat digunakan sebagai insektisida nabati. Berbagai sumber menyebutkan bahwan insektisida yang terbuat dari ekstrak tembakau mampu melawan serangan ulat, kutu, dan kumbang. Ada pula yang menyebutkan ekstrak tembakau dapat membunuh jenis jamur dan bakteri tertentu yang merupakan penyakit tanaman. Nikotin bekerja dengan berbagai cara, di antaranya menolak kehadiran serangga melalui aromanya, menghambat reproduksi serangga betina, mengacaukan hormon di dalam tubuh serangga, serta merusak perkembangan telur, larva, dan pupa. Insektisida ini bisa menjadi alternatif untuk insektisida kimia.

Untuk mendapatkan ekstrak tembakau inipun, petani tidak memerlukan peralatan canggih. Petani hanya perlu merendam sampah tembakau tadi dalam alkohol atau merebusnya dengan air dalam wadah tertutup kemudian menyaringnya. Praktek ini sebenarnya juga sudah dilakukan oleh sejumlah petani, tetapi masih dalam skala kecil. Sedangkan di sentra tembakau, dimana praktek ini seharusnya bisa dilakukan lebih terorganisir, belum terlihat upayanya untuk mengelola limbah tembakau dengan maksimal.