Login

Sistem Bioflok Mengurangi Bau Tak Sedap Pada Kolam Lele

09 Juli 2020 17:35:11 | Berita & Artikel

Lele termasuk ikan yang cukup mudah beradaptasi dengan lingkungannya, sehingga relatif banyak dibudidayakan. Budidaya lele tidak memerlukan lahan luas, sehingga bisa juga dilakukan di daerah pemukiman.

Namun demikian, kolam lele seringkali menimbulkan bau tak sedap. Bau ini muncul karena adanya endapan kotoran pada dasar kolam. Penggantian air kolam secara rutin membantu mengurangi bau ini.

Cara lain adalah dengan mempercepat penguraian kotoran dan sisa makanan dengan bantuan mikroorganisme. Cara ini disebut sistem bioflok.“Flok“ adalah gumpalan mikroorganisme (plankton, protozo, bakteri).

Air dengan bioflok perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum menebar bibit lele. Caranya dengan menaburkan probiotik, prebiotik, dan molase ke dalam air. Dolomite juga perlu ditambahkan untuk mengatur keasaman air. pH air sebaiknya sekitar 7,2 – 7,8. Probiotik yang sering digunakan berasal dari jenis Bacillus sp, di antaranya Bacillus subtilis, Bacillus meganterium, dan Bacillus licheniformis. Tunggu setidaknya 7 – 10 hari sebelum menaburkan benih lele.

Pembentukan bioflok bisa diamati secara kasat mata. Air kolam akan berwarna coklat muda dengan gumpalan-gumpalan kecil. Keasaman air (pH) sebaiknya sekitar 7,2. Pada kondisi ini, sebaiknya tidak melakukan penambahan air dalam jumlah besar. Penambahan air bisa dilakukan perlahan, hanya jika terjadi susut karena penguapan atau perembesan. Penambahan air juga bisa dilakukan untuk melakukan pengenceran.

Air pada kolam sistem bioflok tidak mudah keruh karena penguraian kotoran dan sisa makanan lebih cepat. Oleh sebab itu, populasi ikan pada sistem bioflok bisa dibuat lebih banyak daripada kolam lele konvensional. Jika kolam lele konvensional berdiameter 3 meter hanya menampung 1000 ekor lele, kolam sistem bioflok dengan kapasitas yang sama bisa diisi hingga 3000 ekor lele.

Yang harus diingat, yang dipelihara pada sistem bioflok adalah lele dan bioflok, sehingga aerasi sangat penting supaya keduanya mendapatkan cukup oksigen. Selain memberi pakan lele secara teratur, probiotik dan molase juga perlu ditambahkan secara berkala. (vno)