Login

4 Mitos Seputar Madu Yang Beredar di Masyarakat

27 Juni 2020 06:18:12 | Berita & Artikel

Beberapa bulan terakhir ini, permintaan akan madu makin naik. Madu jadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Sejak ribuan tahun lalu, madu telah dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari anti peradangan  hingga menjaga kesehatan rambut dan kulit.

Tidak hanya banyak manfaat, mitos yang beredar mengenai madu pun tidak sedikit. Berikut beberapa di antaranya.  

  • Madu asli tidak disukai semut

    Sering kita dengar, madu asli tidak akan dikerubungi semut, meskipun rasanya manis. Nyatanya, belum ada penelitian yang mendukung pernyataan ini. Memang, sarang lebah tidak dikerubungi semut, tapi ini karena sarang lebih mengandung senyawa semacam lilin yang tidak disukai semut. Jadi ada tidaknya semut yang mengerubungi madu, tidak bisa menjadi jaminan madu tersebut asli atau tidak. Paling aman memang kalau bisa membeli langsung dari petani yang terpercaya.

  • Beracun jika bersentuhan dengan logam

    Dalam banyak ilustrasi madu, kita sering melihat madu diambil menggunakan semacam sendok kayu berbentuk bulat dan berulir. Mitos mengatakan madu mengandung asam yang bisa mengurai logam menjadi garam, sehingga mengubah rasa dan kandungan madu. Nyatanya, banyak peternak lebak pun menggunakan alat-alat berbahan logam untuk mengambil madu. Kontak singkat dengan madu tidak akan melarutkan logam. Lain ceritanya jika logam disimpan dalam waktu lama dalam madu.

  • Madu yang mengkristal berarti kadaluwarsa

    Umumnya, madu mengandung gula alami, dan hanya sekitar 20% air. Pada kondisi yang sangat pekat seperti pada madu, gula akan lebih mudah mengkristal. Meskipun mengkristal, madu sebenarnya masih bisa dikonsumsi.

  • Semua lebah menghasilkan madu

    Ada hampir 20 ribu jenis lebah di dunia. Tapi hanya 5% nya yang bisa menghasilkan madu. Bahkan hanya beberapa jenis lebah yang hasil madunya cukup banyak untuk bisa dipanen. Salah satu jenis yang paling terkenal adalah Apis mellifera, yang bercorak kuning-hitam. Jenis lebah penghasil madu lainnya antara lain, Apis cerana dan Apis dorsata.

Secara kasat mata, menentukan keaslian madu akan sulit dilakukan. Dengan adanya kemajuan teknologi, kita dapat mengetahui kandungan-kandungan alami madu yaitu dengan melakukan uji laboratorium mengenai keberadaan zat-zat di dalam madu, kita dapat mengetahui keaslian dan kualitas madu, sehingga kita dapat mengetahui madu palsu atau campuran. (vno)