Login

Alternatif Penempatan Pupuk Yang Tepat Pada Tanaman Kelapa Sawit

15 Juni 2020 16:01:28 | Berita & Artikel

Pemupukan pada kelapa sawit merupakan kegiatan kebun yang wajib dilakukan. Biaya yang dikeluarkan untuk pemupukan kelapa sawit ini termasuk tinggi, karena meraup 60% dari biaya produksi kelapa sawit. Namun, dengan adanya pemupukan yang rutin dan tepat dosisnya, hasil produksi kelapa sawit akan maksimal. Selain untuk memberi nutrisi bagi tanaman, pemupukan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan kesuburan tanah.

Terdapat beberapa syarat yang harus dilakukan saat pemupukan kelapa sawit, yakni Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, dan Tepat cara. Pupuk yang diberikan ke tanaman kelapa sawit harus memiliki dosis dan jenis yang tepat dan sesuai untuk kelapa sawit, karena dengan dosis yang tepat dan sesuai, pemupukan untuk kelapa sawit akan efektif diberikan. Selain itu, pupuk untuk kelapa sawit harus diberikan di waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat pula.

Selama ini, pupuk kelapa sawit diberikan di piringan pohon, dengan tujuan tanaman akan cepat menyerap nutrisi dari pupuk tersebut. Namun, ternyata hal tersebut kurang efektif karena tanah yang ada di piringan pohon ini padat dan sulit dilalui air. Selain itu, akar di piringan pohon lebih cepat kering dan mati.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menemukan alternatif terbaik untuk pemupukan kelapa sawit. Seperti yang dilakukan oleh PPKS, dengan penelitiannya melakukan pemupukan di gawangan mati, antar tanaman, dan di piringan pohon. Pemupukan dilakukan untuk menemukan tempat atau posisi pupuk diberikan ke tanah. Hasil yang diperoleh dari penelitian, efektivitas pemupukan dapat ditingkatkan melalui aplikasi pupuk secara tabur atau pocket di gawangan mati atau antar tanaman.

Tanah yang berada di gawangan mati dan antar tanaman, banyak mengandung akar segar dan aktif. Tekstur tanah pada gawangan mati juga lebih gembur, lembap dan minim terjadi runoff karena tertutup sisa pruning dan cover crop. Selain itu, kelembapan tanah di gawangan mati dan antar tanaman lebih tinggi. Kadar air tersedia di gawangan mati, sebesar 11,01%, antar tanaman 6,26%, dan di piringan pohon 4,76%. Dengan tingkat kelembaban yang tinggi, ketersediaan dan kelarutan pupuk akan lebih baik dan optimal.


Gambar : Pupuk sebaiknya diberikan di area tepi piringan pohon kelapa sawit. Sumber : Dokumentasi Tani Link

Pemupukan kelapa sawit tidak bisa dilakukan sembarangan atau terus-menerus setiap hari diberi pupuk. Pupuk merupakan  bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan memperbaiki keadaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman pupuk  yang digunakan baik pupuk organic maupun anorganik. Maka dari itu, untuk mendapat hasil produksi yang maksimal, pemupukan harus dilakukan secara tepat. (SJR)